Kalbar  

Pemprov Kalbar Apresiasi Pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah

Sekda Kalbar Harisson saat meletakkan batu pertama tanda dimulainya Pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Pontianak yang terletak di jalan Ampera, pada Sabtu (4/2/2023). SUARAKALBAR.CO.ID/Ho-Adpim

Pontianak (Suara Kalbar) – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson mewakili Gubernur memberikan apresiasinya atas inisiatif dari PW Muhammadiyah Kalbar yang memiliki terobosan untuk membangun Rumah Sakit.

“Ini nanti akan dibangun rumah rumah sakit tipe D. Pemerintah Provinsi Kalbar akan terus mengikuti perkembangan pembangunan rumah sakit ini. Kami (Pemprov) kedepannya juga siap memberikan dukungan untuk pembangunan rumah sakit ini,” ungkap Harisson pada acara Peletakkan Batu Pertama Tanda dimulainya Pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Pontianak yang terletak di jalan Ampera, pada Sabtu (4/2/2023).

Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas mengungkapkan terima kasihnya kepada PW Muhammadiyah Kalbar yang cepat tanggap dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat. Sehingga harapan masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan terjawab oleh Muhammadiyah Pontianak.

“Kami mengapresiasi, arena tanah yang disediakan juga sangat luas. Saya yakin Muhammadiyah akan berkembang. Muhammadiyah akan membuktikan perannya, termasuk memenuhi hak – hak asasi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Ini tak lain dalam rangka misi kemanusiaan. Semoga Allah memberikan kemudahan atas kerja keras teman – teman semua serta pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan rumah sakit ini,”ungkap Pria yang pernah menjabat sebagai ketua KPK RI pada tahun 2010 silam.

Organisasi Muhammadiyah merupakan sebuah organisasi Islam non-pemerintah. Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan di Kota Yogyakarta ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia.

Untuk diketahui bersama, Muhammadiyah kini memiliki infrastruktur yang cukup banyak tersebar di seluruh Indonesia.

Terdapat 172 Perguruan tinggi, 23.000 TK/SD, 2.000 SMP, 120 Rumah Sakit, 235 Klinik, 400 Pesantren hingga 50 Sekolah Sosial.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS