Teliti Kuning Waluh untuk Jantanisasi Ikan Cupang, Mahasiswa UMP Lolos PKM-RE Nasional
Pontianak (Suara Kalbar) – Segudang manfaat si kuning waluh “LABU KUNING” biasanya dimanfaatkan sebagai makanan berupa kolak atau makanan ringan.
Bijinya yang populer disebut “kuaci” memiliki manfaat untuk mengurangi pembesaran kelenjar prostat.
Pada sebuah penelitian, diketahui biji labu kuning mengandung beberapa zat, di antaranya sejenis asam amino seperti m-karboksifenilalanina, pirazoalanina, asam amino butirat, etilasparagina, dan sitrulina.
Dalam biji labu kuning juga terdapat sejumlah asam amino lain yang diperlukan kelenjar prostat seperti seminal alanina, glisina, asam glutamat dan mengandung unsur mineral Zn (seng) dan Mg (Magnesium), maupun stigmasterol dan beberapa senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan poliferol yang diperlukan untuk mensintesis hormon steroid.
Nah, berdasarkan segudang manfaat dan kandungan di dalam si kuning waluh tersebut, Sari Nur Fadhilah beserta anggotanya, Gugah Sundana, dan Fauldianti, dengan dosen pembimbing Tuti Puji Lestari, melakukan penelitian.
“Kami mengikutsertakan ide ini dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Hasilnya, alhamdulilah kami lolos sampai tahap pendanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) tahun 2022,” ujar Sari Nur Fadhilah.
Penelitian ini, tambah Sari, bertemakan Pemuliaan Ikan (jantanisasi) ikan cupang untuk menghasilkan ikan jantan lebih banyak dari betina.
“Penelitian kami terdiri dari beberapa tahap: ekstraksi biji waluh; perendaman larva ikan cupang; pemeliharaan larva ikan cupang dan pengamatan. Dari penelitian ini menghasilkan 88.89% larva ikan cupang berjenis kelamin jantan dengan dosis terbaik 120 ml/L,” kata Sari lagi.
Menurutnya, minat masyarakat akan ikan cupang jantan lebih tinggi dibandingkan ikan cupang betina. Sebab ikan cupang jantan dari segi warna dan bentuknya lebih menarik untuk dijadikan ikan hias dan ikan laga.
“Kami berharap semoga hasil dari penelitian ini dapat dijadikan referensi dan edukasi baru untuk para pembudidaya ikan cupang dalam menghasilkan benih-benih jantan dan juga masyarakat terkait manfaat lain dari si kuning waluh ini,”tutup Sari Nur Fadhilah.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






