Warga Pasang ‘Kain Kafan’ di Tugu Jam Sekadau
Sekadau (Suara Kalbar) – Warga melakukan aksi pemasangan “kain kafan” warna putih di Tugu Jam Sekadau yang telah dihancurkan pihak pelaksana proyek pembangunan, Selasa (26/7/2022) sore.
Abdul Maulana putra dari Almarhum Tokoh Masyarakat H Umar mengatakan, tujuan pemasangan kain putih sebagai tanda agar sementara pengerjaan bangunan dihentikan karena menunggu kesepakatan bersama pihak pemerintah daerah, DPRD dan pihak yang mencintai situs sejarah bangunan tugu itu.
“Kami akan turun menyampaikan aspirasi pada Rabu besok (27/7) kepada pemerintah dan DPRD terkait masalah pembongkaran tugu jam,” kata Oteng panggilan akrab Abdul Maulana.
Oteng meminta pembangunan dihentikan terlebih dahulu.
“Kami pasang kain ini sebagai tanda, tolong dihentikan dulu proses pekerjaan pembangunan,” tegas Oteng.
Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas PUPR Sekadau Heri Handoko mengatakan, tugu jam dirobohkan pada 21 Juli malam karena ada kegiatan rehabilitasi tugu jam Desa Sungai Ringin pembangunan dikerjakan oleh CV.OM (Orang Mualang) dengan Nomor Kontrak 640/206/DPU-PR/CK-2/SPK/6/2022 tanggal kontrak 07 Juni 2022, Nilai kontrak Rp.178.954.000 Masa Pelaksanaan 90 hari kalender akhir kontrak 4 September 2022.
“Kita membenahi Tugu yang ada. Kita lihat kondisi sudah banyak rusak dibilang tugu jam, jam pun tidak ada. Kondisi kurang menarik. Kita lihat di kota-kota besar itu membangun taman taman. Kita belum sejauh itu. Tapi paling ada aset yang ada bisa per bagus,” ungkap Heri Handoko kepada Suarakalbar.co.id, Jumat (22/7/2022).
Heri menegaskan pembangunan tugu jam tidak akan menghilangkan historis, seperti nama tugu jam di desain baru tetap mengikuti bentuk yang lama.
“Tapi ditambah detail warna material disesuaikan dengan perkembangan zaman,” terang Heri.
Terkait terjadi pro dan kontra dalam pembangunan ia memahami. Sedangkan pembangunan jam yang baru ini sudah melalui perencanaan sejak tahun lalu dan sudah tentunya sudah melalui sosialisasi.
“Sudah diinformasikan ke camat dan desa. Waktu pembongkaran tugu juga sudah menghubungi kepala dusun. Kami juga sudah minta kepada pelaksana kegiatan pekerjaan nantinya di pasang gambar di lokasi, agar publik mengetahui rencana pembangunan,” ungkap Heri.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






