Viral Marketing

  • Bagikan
Desy Yanti.

Oleh: Desy Yanti*

 

PEREKONOMIAN saat ini didasarkan pada revolusi digital dan manajemen reformasi. Lahirnya teknologi internet membantu dunia usaha untuk menjangkau milyaran orang dengan biaya yang lebih rendah.

Saat ini perkembangan teknologi internet yang digunakan di dalam kegiatan pemasaran bisnis (e-marketing), salah satunya yang berkembang saat ini adalah Viral Marketing.

Viral Marketing merupakan suatu teknik pemasaran yang memanfaatkan jaringan sosial, baik itu melalui dunia maya maupun offline yang bertujuan untuk bisa menyampaikan pesan dan iklan kepada konsumen di pasaran.

Menurut (Aufaatila:2021), fungsi dari Viral Marketing yaitu mendorong seseorang untuk menyampaikan, membagikan dan menginformasikan konten atau produk yang ada di pasaran.

Metode pemasaran ini memanfaatkan trend social media seperti instagram, facebook, telegram, tiktok, website dan lainnya. Social media dianggap sebagai media yang efektif seiring dengan perkembangan dunia Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tingginya tingkat mobilitas sosial menjadi salah satu faktor e-marketing berkembang pesat. Kebutuhan dan keinginan konsumen yang semakin kompleks, menuntut semua fitur dan fungsi serba canggih dapat terintegrasi dalam satu gadget.

Mengutip website (databoks:2022), menyebutkan ada 204,7 juta penduduk Indonesia pengguna internet di awal tahun 2022. Jumlah pengguna internet yang tinggi dimanfaatkan pebisnis untuk menggunakan teknik pemasaran Viral Marketing.

Sejak social media menjadi gaya hidup, konten viral jadi semakin lazim di Indonesia. Biasanya awal mula penyebaran konten viral berasal dari social media.

Konsep Viral Marketing memanfaatkan timing sesuatu yang viral (powerfull) dari produk, banyaknya referensi, testimoni, comment netizen, memanfaatkan kekuatan berita dari mulut ke mulut, faktanya mampu mempengaruhi minat beli konsumen terhadap barang dan jasa.

Tetapi, perusahaan tetap harus berhati-hati menggunakan strategi Viral Marketing ini karena bisa berpotensi juga untuk mendapatkan citra negatif dari netizen.

Milyaran netizen tersebar di berbagai tempat memiliki perspektif yang berbeda-beda terhadap sesuatu. Sehingga, konten viral bisa dianggap menarik, tidak menarik atau justru kontroversial.

Jika menarik berpotensi meraih keuntungan, berbanding terbalik ketika menjadi sesuatu hal yang tidak menarik maka perusahaan harus bersiap-siap mengalami kerugian.

Viral marketing bisa menjadi salah satu strategi promosi yang  bisa memungkinkan sebuah bisnis  untuk meningkatkan brandawareness dan penjualan.

 

*Penulis adalah Mahasiswa Aktif Prodi MM Untan Pontianak, Kalimantan Barat.

  • Bagikan