Harga Cabai dan Bawang Tinggi, Ini Langkah Dilakukan DKPTHP Sanggau

Kepala Bidang Hortikultura Soni Setiawan.

Sanggau (Suara Kalbar) – Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (Dinas KPTHP) Kabupaten Sanggau melakukan langkah-langkah dengan tingginya harga cabai dan bawang di Kabupaten Sanggau dalam sepekan terakhir.

“Dimana komoditas hortikultura memang sangat sensitive terhadap curah hujan yang tinggi karena secara langsung berdampak kepada kualitas dan kuantitas hasil panen dan Kabupaten Sanggau juga bukan termasuk daerah sentra produksi, sehingga alur pasar dan ketersediaan cadangan juga menjadi penyumbang penyebab kenaikan harga,” ujar Kepala Bidang Hortikultura Soni Setiawan, Kamis (23/6/2022).

Soni juga mengatakan bahwa ada petani mandiri di Sanggau yang mengusahakan budidaya cabai tetapi mereka biasanya sudah memiliki kerjasama dengan penampung.

“Biasanya cabai akan keluar dari Kabupaten Sanggau terlebih dahulu baru kemudian balik lagi ke daerah kita. Ini yang kita petakan dari permasalahan kenaikan harga cabai dan bawang merah,” katanya.

Soni mengatakan untuk mengantisipasi kenaikan harga ini pemerintah sudah berusaha untuk mendorong agar petani mau mengembangkan komoditi ini.

“Kami upayakan melalui stimulan yang kita usahakan untuk petani berupa bantuan dalam rangka pengembangan cabai dan bawang merah, namun untuk tahun ini sendiri kegiatan baru akan dilaksanakan pada bulan Mei yang lalu berupa penyaluran bantuan benih cabe untuk pengembangan kawasanannya seluas 20 hektar, dengan rincian 10 hektar di desa sungai Mawang dan 10 hektar lagi Desa Kenaman, setelah itu dilanjutkan dengan paket bantuan saprodi lainnya,” jelasnya.

Soni juga menyampaikan untuk antisipasi hari besar keagamaan nasional pihaknya juga sudah mengusulkan setidaknya 30 hektar untuk dapat dikembangkan dan akan tersebar setidaknya direncanakan di 6 Kecamatan.

“Untuk memperkuat ketahanan pangan, utamanya di Desa, bagaimanapara Kepala Desa juga bisa memanfaatkan dana Desa karena dana Desa juga bisa dipakai untuk rumah pembibitan untuk ketahanan pangan di Desa. Dari bibit yang dibudidayakan bisa disalurkan ke rumah-rumah warga. Kami akan melakukan pendampingan pembibitan dengan menurunkan penyuluh pertanian,” katanya.

 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Penulis: DarmansyahEditor: Suhendra