Pasca Lebaran, Warga Melayu Ngabang Gelar Tradisi ‘Ngancor Aek’
Landak (Suara Kalbar) – Pasca Hari Raya Idul Fitri, Di Kabupaten Landak khususnya umat muslim di Kota Ngabang ada satu tradisi “Ngancor Aek” dalam Budaya Melayu di Ngabang.
Tradisi ini dilakasanakan seminggu setelah hari lebaran.
“Biasanya ketika lebaran kita tidak sempat bermaaf maaf, lewat ngancor aek inilah kita bisa bermaaf-maafan. Ibaratkan minta halal dihalalkan. Kita juga sambil mendokan arwah orang tua kita, sanak miadek kita, ” kata Supendi Warga Desa Hilir Tengah.
Ia mengatakan tradisi “Ngancor Aek” hanya ada di Ngabang Kabupaten Landak. Di derah lain, mungkin ada, tapi sebutan atau namanya berbeda.
Supendi juga menambahkan, pelaksanaan tradisi Ngancor Aek dilaksakan seminggu setelah lebaran.
“Bulan syawal itukan ada 30 hari,” tegasnya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa untuk masyarakat Melayu di Ngabang, pada setiap momentum lebaran, mereka akan melaksanakan sebuah tradisi turun-temurun yang setiap tahunnya rutin dilakukan.
Hal ini sudah ada dari zaman nenek moyang hingga sekarang dan tradisi ini belum pernah tenggelam sebelumnya.
Diketahui, setiap tradisi atau adat istiadat di daerah- daerah tentunya berbeda. Setiap tradisi itu merupakan hal yang menarik untuk diketahui.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






