SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Innalillahi, Pangeran Putri Thaufikiah, Anak Panembahan Mempawah Mangkat

Innalillahi, Pangeran Putri Thaufikiah, Anak Panembahan Mempawah Mangkat

Pangeran Putri Hj. Thaufikiah Ibrahim binti Panembahan H. Gusti Mohammad Taufik Acammadin semasa hidupnya. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Dok Keluarga

Mempawah (Suara Kalbar) – Innalillahi wa innailaihi rajiun. Masyarakat Kabupaten Mempawah kehilangan seorang tokoh wanita yang terkait erat dengan historis Kerajaan Mempawah.

Ia adalah Pangeran Putri Hj. Thaufikiah Ibrahim binti Panembahan H. Gusti Mohammad Taufik Acammadin, yang selama ini dikenal figur yang rendah hati, enerjik dan aktif berbagai organisasi hingga akhir hidupnya.

Tidak sekedar seorang pangeran putri dari historis Kerajaan Mempawah, almarhumah merupakan istri atau permaisuri Raja Landak sebelumnya, Pangeran Ratu Ismahayana H. Gusti Amiruddin Hamid, yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Pontianak (sekarang Mempawah).

Hajjah Thaufikiah, sapaan akrabnya, dinyatakan mangkat karena sakit dalam usia 82 tahun pada Jumat (13/5/2022) pukul 21.37 WIB di Rumahsakit Mitra Medika Pontianak.

Selama hidupnya, almarhummah Hajjah Thaufikiah pernah menjadi PNS, Anggota DPRD Kabupaten Pontianak (sekarang Mempawah), Komisioner KPU Mempawah, dan aktif di sejumlah organisasi wanita lainnya, termasuk Majelis Perempuan Melayu (MPM).

Setelah disemayamkan di rumah duka Jalan Gusti Abdul Hamid, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, jenazah selanjutnya dibawa ke Kraton Amantubillah di Kelurahan Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Sabtu (14/5/2022).

Prosesi pemakaman di Kraton Amantubillah Mempawah dipimpin langsung Raja Mempawah XIII, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim.

Sekitar pukul 11.40 WIB, jenazah dibawa di Kompleks Pemakaman Raja-raja Mempawah yang letaknya tak jauh dari Kraton Amantubillah. Tepat adzan dhuhur berkumandang, prosesi pemakaman pun dituntaskan.

Almarhumah Pangeran Putri Hj. Thaufikiah Ibrahim lahir di Mempawah, 19 Oktober 1940.

Ia merupakan putri bungsu dari empat bersaudara pasangan Panembahan H. Gusti Mohammad Taufik Acammudin (almarhum) dan Ratu Mas Cik Komariah (Almh).

Dari pernikahannya dengan Raja Landak sebelumnya, yakni Gusti Gusti Amiruddin Hamid (alm), ia melahirkan satu orang putra dan empat putri, yakni Gusti Suryansyah (almarhum Raja Landak), Utin Suryati Beta, Utin Srilena Chandramidi, Utin Ismahayana dan Utin Reza Putri.

Sementara menantunya adalah Siti Hasanah, M. Aswan Ghazali, Adriansyah, Gusti Maulana dan Wendri Fachrizal.

Selain itu, almarhumah Pangeran Putri Hj. Thaufikiah Ibrahim juga memiliki sepuluh orang cucu dan dua cicit.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan