For Berani bersama PKBI Singkawang dan USAID Madani Selenggarakan Internasional Woman’s Day
Singkawang (Suara Kalbar)- For Berani bersama PKBI Kota Singkawang dan USAID Madani menyelenggarakan workshop dan kampanye terkait isu perempuan dengan mengangkat tema”Potret Problematika dan Upaya Peningkatan Kualitas Perempuan Berdaya dan Mandiri ” di Basement Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa (15/3/2022).
Kegiatan ini dihadiri oleh lima narasumber diantaranya Walikota Singkawang, Kasatreskrim Polres Kota Singkawang, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Singkawang, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Dewan Anggota Provinsi Kalimantan Barat Niken Tia Tantina
Hadir juga dari Kementrian Agama Kota Singkawang, Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Perdagangan, STIE Mulia, STIH SM Tsjafioeddin, STKIP PGRI Singkawang, IGI Kota Singkawang, PC. PERGUNU Kota Singkawang dan KNPI Kota Singkawang.
Pengurus GOW Kota Singkawang, Wakil Ketua dan Ketua Bidang GOW Kota Singkawang, PKK Kota Singkawang dan perwakilan dua orang dari masing-masing kecamatan.
Anggota ForBERANI, Forum bersama masyarakat Madani beranggotakan multi organisasi yaitu OMS, akademisi dan sektor swasta yang berdiri pada 21 Februari 2021 diinisiasi oleh USAID MADANI dan Pemerintah Kota Singkawang.
Ketua Panitia Penyelenggara Fatayat NU Singkawang Mufarrohah mengatakan OMS yang tergabung di For Berani ingin memberikan kontribusi dan menjadi momentum perempuan dalam percepatan pembangunan Kota Singkawang.
“Harapan ke depan kita semua (pihak eksekutif, legislatif yudikatif) dan masyarakat saling berkolaborasi bersinergi agen perubahan. Kita menjadi lebih baik sebagai mitra yang sangat strategis,” katanya.
Menurutnya, pentingnya workshop menjadikan momentum Internasional Woman’s Day ( IWD ) sebagai ajang silaturahmi perempuan Singkawang untuk mendiskusikan dan merumuskan bersama persoalan-persoalan terkait perempuan dan anak yang ada di Kota Singkawang.
“Serta apa dan bagaimana agar perempuan berdaya dan mandiri, kehidupan perempuan yang mampu berkontribusi dan menginspirasi pada perubahan,” katanya.
Ia mengatakan kenapa tema ini yang diangkat karena kita di masyarakat ingin sekali memiliki potret problematika perempuan yang ada di Kota Singkawang dan tersosialisasikan ke masyarakat serta problem solving terhadap permasalahan yang ada.
“Fokus bersama apa yang menjadi penting untuk kita lakukan hari ini demi Singkawang Hebat yang berkelanjutan. Terciptanya cita-cita para pendiri bangsa termaktub dalam pembukaan UUD 45 dan Pancasila yakni perempuan berdaya dan mandiri, mengentaskan kemiskinan baik secara materi maupun karakter,” katanya.
Menurutnya istilah yang terus digelorakan termasuk oleh Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie yaitu semangat dari Bung Karno dengan mengatakan beri 10 pemuda makan akan guncangkan dunia.
“Maka bagi kita yg hadir hari ini, berikan 10 perempuan maka akan guncangkan dunia akhirat. Kedepan semoga ada arah kebijakan yang lebih kongkrit terhadap isu-isu perempuan dan perlindungan anak,” tegas.






