Serda Sutejo, Potret Ketulusan Prajurit di Batas Negeri
Entikong (Suara Kalbar) – Riuh suara bocah-bocah berpakaian merah putih menuntun langkah Sutejo ke ruang Kelas VI SD Negeri 12 Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Di sekolah tepi negeri itu, prajurit berpangkat Sersan Dua ini membaktikan diri untuk anak-anak beranda negara.
Serda Sutejo merupakan personel Koramil Entikong yang menjadi tenaga bantu mengajar di SD Negeri 12.
Naluri mengajar ia dapatkan saat mewakili Indonesia ke Lebanon untuk menjalankan misi perdamaian dalam Satgas Indobatt Konga XXIII/G.
Tak heran, ketika melihat anak-anak perbatasan kesulitan belajar, nuraninya pun tergerak untuk ikut bertanggungjawab mencerdaskan penerus bangsa.
“Sekitar dua tahun ikut mengajar disini, dari 2020. Awalnya saya bantu anak-anak di sekitar rumah mengerjakan tugas sekolah saja, karena tidak tega lihat anak-anak itu kesulitan mengerjakan tugas, tidak ada yang bantu mereka,” ujar Sutejo, Rabu (26/1/2022).
Mengajar, bagi Sutejo, merupakan panggilan jiwa agar bisa menjadi hamba Tuhan yang bermanfaat bagi sesama. Dukungan keluarganya ikut menguatkan pria 35 tahun ini untuk mengais secuil pahala dari jalan mengajar.
“Saya inginnya semua anak-anak disini punya motivasi, punya niat kuat untuk belajar. Kalau motivasi dan niat mereka sudah kuat, mudah-mudahan tidak ada anak-anak perbatasan yang putus sekolah,” ujarnya.
Antara menjadi pengajar dan personel TNI, bagi Sutejo, sama-sama mulia. Karena itu, tugas-tugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Entikong tetap dijalankannya. Apalagi, tugas sebagai Babinsa memang sejalan dengan kecintaannya mengajari anak-anak.
Serda Sutejo menyampaikan, amanah sebagai Babinsa dan pengajar merupakan dua anugerah yang harus ia jalankan dengan tulus. Mengisi aktifitas sebagai pengajar tanpa imbalan dan bekerja sebagai prajurit, memberinya kepuasan karena bisa bernilai guna untuk masyarakat. “Saya bekerja ikhlas saja, karena Babinsa harus serba bisa dan berguna bagi masyarakat,” katanya.
Babinsa harus bisa memanfaatkan kelebihan yang ada dengan tetap berpegang pada sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI.
“Saya juga bersyukur, pimpinan dan rekan-rekan saya sangat merespon positif. Tugas untuk mencerdaskan anak bangsa adalah tugas kita semua. Jadi, selama saya masih bisa berbuat, saya akan tetap berkarya dimanapun saya ditugaskan,” jelas Sutejo di sela kegiatannya mengajar.
Kehadiran Serda Sutejo dengan ketulusannya menjadi pemantik semangat belajar siswa dan siswi SD Negeri 12 Entikong. Maklum saja, sebelum masuk kelas, Serda Sutejo selalu mengajak para pelajar itu untuk menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Ciri khas mengajar santai namun tetap serius, membuat Bella, salah seorang murid, sering mencari bila sang guru tidak datang ke sekolah.
“Om Sutejo itu orangnya ramah, murah senyum dan suka gurau ketika sedang mengajar namun sangat disiplin, apalagi pas lagi latihan baris-baris dan upacara. Kalau pas lagi tak datang ke sekolah, sama kawan-kawan suka nyari,” ungkap Bella.
Bukan hanya murid-murid yang dekat dengan Serda Sutejo, guru-guru di sekolah ini juga kagum dengan sosoknya. Kepala SD Negeri 12 Entikong, Halijah mengatakan Serda Sutejo mampu menguatkan keinginan belajar anak-anak didiknya.
Di mata Halijah, Sutejo merupakan prajurit yang bertanggungjawab dengan tugasnya. Selama kurang lebih dua tahun menjadi tenaga bantu disekolah yang dipimpinnya, Sutejo mengajar dengan baik dan disenangi murid.
Menurutnya adalah potret tulus pengabdian prajurit di batas negeri. “Tugas kami sebagai tenaga pendidik sangat terbantu dengan kehadiran Pak Sutejo, dia mengajar dengan baik dan tanpa pamrih serta disiplin dengan waktu. Banyak pengalaman baru yang kami dapatkan dari beliau. Beliau ikhlas mencerdaskan anak-anak kami disini,” kata Halijah.






