Gubernur Kalbar Lakukan Penancapan Tiang Pertama Pembangunan Masjid Agung Singkawang
Singkawang (Suara Kalbar)- Gubernur Kalbar Sutarmidji yang didampingi Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie melakukan penancapan tiang pertama pembangunan Masjid Agung Nurul Islam Kota Singkawang pada Selasa (28/12/2021).
Hadir di dalam kegiatan itu diantaranya Ketua DPRD Kota Singkawang Sujianto, Dandim 1202 Singkawang Letkol Inf Condro Edi Wibowo, Kapolres Singkawang Prasetiyo Adhi Wibowo, Kejari Singkawang Edwin K, serta undangan lainnya.
“Capaian proses pembangunan harus diupayakan untuk tercapai, jadi provinsi nambah 15 persen,” ujar Gubernur Kalbar Sutarmidji.
Sutarmidji mengatakan dengan dipancangnya tiang pertama pembangunan Masjid Agung yang memiliki luas 2,5 hektar, dan nilai kontrak sebesar Rp 49,698 miyar diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga sebagai tempat kunjungan wisata religi baik lokal maupun nasional.
“Lebih jauh lagi dapat bermanfaat sebagai tempat kunjungan wisata, baik wisata yang datang dari Propinsi Kalbar maupun wisatawan di Indonesia, bahkan wisatawan dunia,” katanya
Orang nomor satu di Kalimantan Barat ini mengatakan dengan kerjasama yang baik semua pihak, Masjid Agung dapat diselesaikan sesuai jangka waktu yang ditentukan.
“Tentu saja masjid ini kita harapkan cepat selesai, tidak ada persoalan di dunia ini yang tidak bisa diselesaikan selama kita mau bergotong royong, bahu membahu, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, termasuk Masjid Agung yang akan kita bangun ini,” tukasnya.
Gubernur meminta kepada setiap orang tua untuk mewariskan ilmu pengetahuan kepada anak-anaknya.“Jika harta kita wariskan kepada anak kita harta itu akan habis, tetapi Insya Allah Ilmu tidak akan habis dan akan selalu dapat dipergunakan anak kita untuk beradaptasi,” pintanya.
Di tempat yang sama Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan bahwa pelaksanaan batu pertama sudah dilakukan sebelumnya dan kali ini penancapan tiang pertama, yang direncanakan akan diselesaikan pembangunannya yang dimulai 6 Desember 2021 hingga 6 Desember 2022 dengan anggaran sekitar hampir Rp 50 milyar.
Tjhai Chui Mie mengatakan bahwa keseriusan untuk penganggaran dari Pemerintah Kota Singkawang telah diberikan 2020 sebesar Rp 6,50 milyar, kemudian pada 2021 sebesar Rp 6, 100 milyar, kemudian pada 2022 sebesar Rp 18, 100 milyar dengan total anggaran sebesar Rp 24, 15 milyar.
Tjhai Chui Mie mengatakan pemancangan tiang pertama Masjid Agung, sejalan dengan visi misi dan program pembangunan Kota Singkawang 2017-2022 menjadikan Kota Singkawang sebagai gerbang utama pembangunan mental spiritual, pendidikan dan pusat pengembangan budaya.
“Pemancangan pondasi tiang pertama Masjid Agung Nurul Islam ini, kita harapkan mampu membentuk kehidupan bangsa yang bermartabat dan memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan tata nilai kehidupan masyarakat, sekaligus sebagai pusat pembinaan karakter kebangsaan dan moralitas,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Tjhai Chui Mie juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia pembangunan, dan pihak terkait yang turut mendukung dan membantu jalannya proses pembangunan yang telah dilaksanakan sejauh ini yang tidak kenal lelah.






