Pendidikan Berkualitas bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Bagikan

Oleh: Sam Edy Yuswanto*

PENDIDIKAN merupakan hal urgen yang tak boleh diabaikan dalam kehidupan di dunia ini. Terlebih pendidikan agama. Pendidikan ibarat obor atau lampu yang menjadi wasilah penerang jalan hidup kita. Tanpa pendidikan, tentu manusia di muka bumi ini akan terus terkungkung dalam kebodohan tak berkesudahan.

Bicara tentang pendidikan tentu harus ada konsepnya. Vincentius Gitiyarko dalam tulisannya (Kompaspedia, 20/6/2021) menjelaskan, Ki Hadjar Dewantara, sebagai tokoh paling termasyur dalam sejarah pendidikan Indonesia, meninggalkan warisan sebuah konsep, yakni pendidikan yang memerdekakan. Konsep ini termaktub dalam tiga semboyan dalam bahasa Jawa, ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karya, tut wuri handayani. Artinya, di depan memberikan contoh, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan. Semboyan tut wuri handayani diabadikan dalam logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Melihat begitu pentingnya pendidikan, maka kita semua, khususnya para pemangku kebijakan di negeri ini, harus terus berusaha meningkatknya dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun. Ya, pendidikan sangatlah penting untuk terus ditingkatkan agar mengalami perkembangan dan kemajuan yang semakin baik sehingga anak-anak muda bangsa ini dapat melanjutkan perjuangan para pendahulunya dalam membangun negeri ini.

Upaya meningkatkan pendidikan juga terus dilakukan oleh pemerintah. Sebagaimana dikutip mendikbud.go.id, meski pandemi belum juga usai, semangat untuk terus bergerak mempercepat transformasi pendidikan serta pengarusutamaan pemajuan kebudayaan tetap tinggi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melanjutkan implementasi kebijakan Merdeka Belajar sebagai upaya bangkit dari situasi pandemi.

Sejumlah program prioritas dilaksanakan dan sebagian besar telah mencapai target di tahun 2020. Pada 2021, seluruh program prioritas tersebut berada pada jalur yang tepat sehingga realisasi program mendekati target yang ditetapkan meski terkendala pandemi. Program prioritas tersebut terbalut dalam dalam kebijakan Merdeka Belajar yang telah hadir sejak 2019 dan terus berlanjut hingga kini atau pada tahun 2021 (mendikbud.go.id).

Pendidikan Berkualitas bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Cara agar pendidikan semakin maju dan berkembang ialah dengan meningkatkan kualitasnya. Terkait hal ini kita perlu merujuk pada keberhasilan pendidikan yang pernah dicapai oleh para pendahulu kita misalnya para ulama, atau bisa dengan membandingkan lalu mempraktikkan keberhasilan pendidikan di negara lain. Tiongkok misalnya. Selama ini dikenal sebagai negara yang berhasil dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Sebagaimana pernah dijabarkan oleh Nikola Dickyandi dalam buku Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang, bahwa Tiongkok adalah negara yang sukses dalam mengemban tujuan pendidikannya. Dalam hal ini, tujuan utama pendidikan Tiongkok adalah mempersiapkan pelajar mengembangkan dirinya dalam dimensi moral, intelektual, fisik, serta estetika sesuai dengan bidang pekerjaannya kelak. Hal ini dimaksudkan agar mereka bisa menjadi pekerja sosialis yang memiliki idealisme, terdidik dan berbudaya, memiliki karakter kuat, serta disiplin.

Bila kita melihat perjalanan pendidikan di negeri ini, sejatinya pihak pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitasnya. Merdeka Belajar misalnya, merupakan program yang patut diapresiasi. Dikutip dari mendikbud.go.id, secara garis besar, sejumlah kebijakan dan program Merdeka Belajar yang diusung Kemendikbudristek memiliki tujuan mencapai pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan perbaikan pada empat hal, yakni infrastruktur dan teknologi; kebijakan, prosedur, dan pendanaan; kepemimpinan, masyarakat dan budaya; dan kurikulum, pedagogi, dan asesmen. Kebijakan yang sejalan dengan empat lini perbaikan tersebut terbalut dalam 12 program prioritas Kemendikbudristek, yaitu transformasi pembiayaan pendidikan; digitalisasi pendidikan dan bantuan kuota internet; penguatan karakter, peningkatan prestasi, dan manajemen talenta; penguatan pendidikan vokasi; dan kampus merdeka.

Capaian Keberhasilan

Selanjutnya perihal pencapaian yang telah berhasil dilakukan oleh pemerintah selama ini. Fitria Chusna Farisa dalam tulisannya (Kompas.com, 22/10/2021) menjelaskan keberhasilan Jokowi-Ma’ruf dalam dua tahun pemerintahan menurut istana. Salah satunya, dalam hal pembangunan SDM, telah diupayakan melalui kebijakan merdeka belajar, digitalisasi pendidikan, beasiswa semua level pendidikan, dan peningkatan gizi anak-anak Indonesia.

Sementara itu dalam keterangan yang dikutip DetikNews (26/10/2021) diuraikan, Dimas Prayoga selaku Koordinator Pusat BEM Nusantara, mengapresiasi program vaksinasi Covid-19 pemerintah yang telah terbukti mampu menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia. Dalam bidang pendidikan, Dimas juga memberikan apresiasi. Salah satunya program pemerintah yakni KIP (Kartu Indonesia Pintar) telah mewujudkan impian masyarakat mengenyam pendidikan yang layak meski di masa pandemi sekalipun.

Dalam bidang riset dan teknologi, pemerintah juga telah berusaha meningkatkan pencapaiannya. Topan Yulianto dalam tulisannya (Kompaspedia, 9/8/2021) menguraikan bahwa pada 2020, kebijakan kemenristek/BRIN difokuskan pada pengembangan Covid-19. Riset dan inovasi terkait penanganan Covid-19 secara terpadu diadakan melalui konsorsium untuk mempercepat penerapan hasil inovasi dan menjaga agar tak ada tumpang tindih riset antarlembaga. Para peneliti dalam negeri yang tergabung dalam konsorsium riset dan inovasi Covid-19 berhasil memproduksi alat uji PCR. Sekitar 50.000 alat sudah didistribusikan ke sejumlah laboratorium di seluruh Indonesia. Distribusi alat ini akan diprioritaskan pada laboratorium di daerah episentrum penularan Covid-19.

Semoga berbagai program yang berhasil dicapai oleh kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf selama dua tahun ini dapat terus ditingkatkan. Tentu, segala kekurangan dan kendala yang ada dalam pelaksanaan program (kebijakan) selama ini dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan di kemudian hari.

*Penulis lepas, alumnus STAINU, Fak. Tarbiyah Kebumen.

 

Penulis: RilisEditor: Redaksi
  • Bagikan