PSBB 106 Hari Berakhir di Kota Terbesar Australia

  • Bagikan
Orang-orang menyeberang jalan di Melbourne pada 11 Oktober 2021, selama penguncian akibat COVID-19 saat Sydney mengakhiri penguncian 106 hari. (Foto:VOA)

Suara Kalbar – Iklan pemerintah telah mendesak warga Australia agar menerima vaksinasi untuk melawan COVID-19. Iklan layanan masyarakat itu menjanjikan bahwa kebebasan akan bisa dinikmati kembali ketika vaksinasi sudah mencapai tingkat tertentu. Pesan itu sampai ke masyarakat.

Lockdown 106 hari di Ibu Kota negara bagian New South Wales, Sydney, dicabut Senin (11/10) karena tingkat vaksinasi telah melewati 70 persen untuk orang berusia 16 tahun ke atas.

Pusat kebugaran, restoran, dan salon rambut telah dibuka kembali untuk pertama kalinya sejak akhir Juni. Pertemuan kecil di rumah sekarang diizinkan, dan kelompok yang lebih besar diizinkan bertemu di taman dan pantai, tetapi kebebasan itu hanya berlaku bagi mereka yang telah divaksinasi penuh.Namun, semua penduduk masih menghadapi pembatasan perjalanan di luar Sydney. Aturan itu akan dilonggarkan ketika tingkat vaksinasi di negara bagian New South Wales mencapai 80 persen. Pada saat itu perjalanan internasional, yang telah sangat dibatasi sejak Maret 2020, akan dibuka kembali.

Namun pihak berwenang memperkirakan infeksi virus corona akan meningkat ketika pembatasan dicabut.Perdana Menteri negara bagian New South Wales Dominic Perrottet mengatakan pendekatan bertahap yang hati-hati untuk pembukaan kembali itu diperlukan.

“Akan ada tantangan saat kita melewati periode ini. Saya pikir New South Wales adalah negara bagian pertama di Australia yang sedang menempuh jalan di mana mereka yang keluar untuk mengunjungi bar dan restoran dan kafe perlu divaksinasi ganda. Itu akan merupakan tantangan, tetapi saya kira jika semua orang memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan kebaikan selama periode ini, maka kita akan bisa mengakhiri lockdown dengan aman,” katanya.Di Australia, vaksinasi wajib bagi petugas kesehatan, sebagian guru dan pekerja tertentu lainnya. Badan yang mengurus obat-obatan dan makanan di negara itu mengatakan vaksin yang digunakan “aman dan efektif,” namun penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10 persen orang Australia ragu-ragu menerima suntikan vaksin COVID-19.

Warga Sydney Jamal Daoud mengatakan dia tidak mempercayai keamanan vaksin.

Saya tidak percaya pandemi itu mematikan sampai memaksa orang menerima vaksin yang belum terbukti aman. Kita tidak memiliki cukup data bahwa vaksin ini aman,” katanya.Di New South Wales, semua pembatasan penduduk yang tidak divaksinasi akan dicabut ketika tingkat vaksinasi mencapai 90 persen.

Namun, jutaan orang tetap harus tinggal di rumah di kota Melbourne dan Canberra.

Australia telah mendiagnosis 127.500 infeksi virus corona sejak awal pandemi. Lebih dari 1.400 orang telah meninggal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: VOAEditor: Enisa
  • Bagikan