Pemkab Sanggau Targetkan 70 Persen Warganya Telah Divaksin Pada Akhir 2021

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Sarimin Sitepu

Sanggau (Suara Kalbar) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau menargetkan 70 persen capaian vaksinasi Covid-19 bagi warganya pada akhir Desember 2021.

“Saat ini, capaian vaksinasi di Kabupaten Sanggau hingga 5 Oktober 2021 baru di angka 20,28 persen atau yang sudah di vaksin sebanyak 71.148 orang,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Sarimin Sitepu, Rabu (6/10/2021).

Dikatakan Sitepu dari jumlah tersebut yang sudah divaksin dosis pertama dan dosis kedua sebanyak 42.845 orang atau 12,23 persen.

“Sedangkan sudah divaksin dosis pertama dan belum divaksin dosis kedua sebanyak 28.196 orang,”katanya.

Sarimin membeberkan dari 71.148 orang tersebut, 2.116 adalah tenaga kesehatan, 23.281 petugas publik, 3.305 lansia, 41.012 masyarakat rentan dan umum serta 1.327 remaja usia 12 hingga 17 tahun.

“Untuk tenaga kesehatan yang sudah divaksin dosis ketiga sebanyak 1.462 orang atau 99,73 persen,” jelasnya.

Sarimin optimis untuk pencapaian 70 persen vaksinasi pada Desember 2021 bisa tercapai dan untuk mencapai 70 persen capaian vaksinasi itudan dibutuhkan sekitar 490 ribu dosis vaksin.

“Saat ini jumlah vaksin yang kita terima sebanyak 150.518 dosis dan sudah dipakai 115.348 dosis. Kalau vaksin cukup dan lancar pengirimannya, target 70 persen akan tercapai,” kata Sarimin.

Disampaikan Sarimin bahwa belakangan ini banyak pihak yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi. Hal ini membuat capaian vaksinasi harian mencapai ribuan orang per hari. Seperti pada tanggal 4 dan 5 Oktober lalu, dua ribuan lebih orang mendapat vaksin dosis pertama per hari.

“Untuk  jumlah vaksin dalam setiap kali pengiriman ke Sanggau, tidak selalu sama jumlahnya. Kadang dapat 500 dosis, 1.000 dosis, 2.000 dosis, 10.000 dosis. Kadang datang dua hari sekali, lima hari sekali, tujuh hari sekali dan seterunya. Tidak ada waktu dan jumlah yang pasti, karena tergantung dari ketersediaan vaksin di pusat,”katanya.