SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Meningkat, Deportasi PMI Satgas Covid-19 Tingkatkan Edukasi 5M

Meningkat, Deportasi PMI Satgas Covid-19 Tingkatkan Edukasi 5M

PMI antri cuci tangan sebelum jalani pemeriksaan antigen. SUARAKALBAR.CO.ID/Agus Alfian

Entikong (Suara Kalbar) – Sudah 2.137 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang di deportasi pemerintah Malaysia sejak awal tahun 2021.

“Jumlah tersebut merupakan warga negara Indonesia-WNI bermasalah yang terjaring razia oleh polisi di Sarawak, dengan kebanyakan terkena pelanggaran izin tinggal serta visa kerja,” ungkap Angga Atmajaya, Kordinator BP2MI Entikong, Jumat (6/8/2021).

Angga merinci, dalam 7 bulan terakhir untuk WNI deportasi sebanyak 1.860 orang. Repatriasi atau WNI yang pemulangan ke tanah air di bantu khusus dari KJRI Kuching Sarawak Malaysia, sebanyak  144 orang. Selain  itu ada total 90 jenazah WNI dipulangkan ke tanah air melalui PLBN Entikong.

Seluruh WNI bermasalah yang di pulangkan ke tanah air dari Sarawak melalui perbatasan Entikong tersebut rata-rata sudah menjalani masa tahanan 3 sampai 6 bulan, di sejumlah pusat penjara di Malaysia.

Proses pemulangan para deportan tersebut dalam pengawasan langsung oleh KJRI Kuching, dan bersambut di perbatasan Negara, PLBN Entikong-Tebedu oleh Satgas Terpadu Penanganan Pemulangan PMI Entikong serta Satgas Penanganan Covid-19 PLBN Entikong.

Sementara itu, Dokter Umum Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Entikong Gilda Ditya Asmara mengatakan, semua PMI yang tiba dari Malaysia di edukasi untuk menjalani protokol kesehatan setibanya di perbatasan.

“Kita ingatkan terus untuk menggunakan masker,menjaga jarak dan mencuci tangan. PMI yang tiba dari Malaysia diperiksa kondisi kesehatanya untuk mencegah penyebaran Covid-19 terutama varian baru,” ujar Gilda.

Dia mengakui sebagian besar PMI yang tiba dari Malaysia disiplin menerapkan prokes selama di pusat karantina di Entikong.

Karena selama di tempat karantina PMI diajak olahraga untuk meningkatkan imun tubuhnya.

“Selain itu PMI yang usai menjalani karantina juga diberikan vaksinasi Covid-19 sebelum dipulangkan ke daerahnya baik tujuan Kalbar maupun luar Kalbar,” pungkasnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan