Innalillahi! Seorang Nakes di Mempawah Gugur karena Covid-19

  • Bagikan
Almarhumah Maryani atau biasa disapa Ibu Anis, Nakes Puskesmas Sungai Bakau Kecil, yang meninggal dunia saat dalam pemulihan usai dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. SUARAKALBAR.CO.ID/Dok. Keluarga

Mempawah (Suara Kalbar) – Insan dunia kesehatan di Kabupaten Mempawah tengah berduka. Untuk kali pertama, seorang tenaga kesehatan (nakes) dinyatakan gugur karena Covid-19, Minggu (1/8/2021).

Gugurnya sang nakes ini terjadi di tengah perjuangan para pahlawan Covid-19 untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Nakes yang gugur tersebut bernama Maryani, A.Md.Kep. Ia tercatat sebagai Perawat Puskesmas Sungai Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan dan PPKB Kabupaten Mempawah, Mukhtar Siagian, didampingi Kepala Bidang Yankes, Harun A.Rasyid, ketika dikonfirmasi SUARAKALBAR.CO.ID, membenarkan hal tersebut.

“Iya benar, almarhumah Maryani, A.Md.Kep, meninggal dunia tadi pagi, Minggu, 1 Agustus 2021, karena terkonfirmasi Covid-19. Ia meninggal dalam masa pemulihan. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhumah,” kata Mukhtar.

Dijelaskan Mukhtar, Maryani atau biasa disapa Ibu Anis adalah sosok tenaga kesehatan yang layak disematkan sebagai Pahlawan Covid-19 Kabupaten Mempawah.

Sebab selama ini almarhumah dikenal sebagai perawat atau nakes yang fokus memerangi Covid-19. Bahkan ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Tim Tracer Puskesmas Sungai Bakau Kecil.

Gugurnya Maryani membuat insan dunia kesehatan di Kabupaten Mempawah amat berduka.

“Namun kami berharap, gugurnya almarhumah tidak akan menyurutkan semangat seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Mempawah untuk menanggulangi Covid-19. Dan semoga kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir,” imbuh Mukhtar.

 

Pihak Keluarga Mengikhlaskan

Mardeni, abang kandung almarhumah Maryani, ketika dihubungi, mengungkapkan, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian almarhumah.

Dijelaskan, almarhumah meninggal dunia pada saat pemulihan usai dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Kami ikhlas, karena meninggalnya adik kami Maryani merupakan sebuah resiko dalam menjalankan tugas negara. Kami sekeluarga bangga padanya,” ujar Mardeni.

“Untuk itu, kami mohon didoakan yang terbaik atas amal ibadah adik kami Maryani agar diterima di sisi Allah SWT. Amiin,” ungkapnya.

Proses pemakaman Maryani, tambah Deni, berlangsung lancar di Mempawah. Ia meninggalkan seorang suami dan dua orang anak.

  • Bagikan