SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sambas Semarak HUT Kota Sambas ke-390, Jadikan Daya Tarik Wisata

Semarak HUT Kota Sambas ke-390, Jadikan Daya Tarik Wisata

Ketua DPRD Kabupaten Sambas H Abu Bakar berfoto bersama dengan Bupati Sambas H Satono, Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi dan Pangeran Ratu Kesultanan Sambas Pangeran Ratu Muhammad Tarhan di Istana ALWATZIKHOEBILLAH Sambas Kamis (8/7/2021).

Sambas (Suara Kalbar)- Ketua DPRD Kabupaten Sambas, H Abu Bakar sepaham dengan Pangeran Ratu Muhammad Tarhan mengenai hari jadi Kota Sambas. Momentum yang diperingati dengan sederhana tersebut, kedepannya bisa dikemas dengan baik.

Menurut Ketua DPRD mengatakan sudah seyogyanya momentum hari jadi Kota Sambas, dapat dijadikan destinasi wisata baru Kabupaten Sambas.

“Peringatan Hari Jadi Kota Sambas, dengan melakukan napak tilas atau takziah ke makam Sultan Pertama Kerajaan Istana Al Watzikoebillah Sambas, ini bisa kita perkuat lagi kedepannya. Harapan kita agar menjadi daya tarik untuk para wisatawan,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Sambas H Abu Bakar.

Dia menjelaskan, peringatan Hari Jadi Kota Sambas ke-390 memang digelar secara sederhana, yakni kunjungan ke makam raja pertama sambas yang beragama Islam.

Pangeran Ratu bersama Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan jajaran forkopimda dan tamu undangan VIP berjalan kaki dari Istana Sambas menuju Makam Raja Pertama lengkap dikawal para hulubalang kerajaan.

Lokasi makam pertama kurang lebih berjarak 400 meter dari keraton. Usai takziah, Rombongan Tokoh Masyarakat Sambas itu, mengaji dan doa bersama di ruang utama istana.

Menurut Ketua DPRD, kedepannya jika tidak dalam kondisi pandemi covid- 19, semarak Hari Jadi Kota Sambas harus lebih meriah lagi.

“Kita harus tetap mengikuti standar protokol kesehatan, dan bersyukur kita masih diberi kesempatan memperingati Hari Jadi Kota Sambas yang ke-390 walaupun dalam kesederhanaan. Terpenting adalah nilai yang ingin kita capai terwujud,” ungkap H Abu Bakar.

Wakil Ketua DPRD, Ferdinan Solihin mengatakan, dengan napak tilas atau rangkaian takziah ke makam pertama Sultan Sambas itu, mempunyai nilai sejarah yang tidak ternilai.

Disebutkan dia, sejarah kota sambas harus masif dikenalkan pada publik. “Melalui peringatan hari jadi kota sambas ini, dengan kegiatan napak nilas ini, sudah seharusnya, kita sebagai warga kabupaten sambas, paham sejarah yang ada di daerah kita. Semoga kedepannya, sejarah sambas lebih dikenal lagi oleh masyarakat kita dan semakin terkenal keluar,” ungkap Ferdinan.

Legislator PDI Perjuangan ini berharap, Pemerintah Daerah masif mengabarkan sejarah kota sambas. Dikatakan dia, unit kerja terkait bisa belajar dari daerah luar bagaimana mengemas wisata budaya kerajaan menjadi benar-benar menarik wisatawan untuk ke Kabupaten Sambas.

“Kita bersyukur, keraton sambas atau istana Alwatzikoebillah masih tetap menjadi tujuan wisata warga setempat maupun warga luar yang sedang berkunjung ke sambas. Sekarang, bagaimana keberadaan istana sambas ini, benar-benar menjadi daya tarik wisata, sehingga event macam napak tilas ini, sudah menjadi kalender wisata bagi mereka yang memang tertarik dengan wisata budaya,” papar Ferdinan.

Komentar
Bagikan:

Iklan