Enam Jenis Harga Buah Durian Tingkat Petani di Sekadau

  • Bagikan
Transaksi jual beli buah Durian di Seberang Kapuas.

Sekadau (Suara Kalbar) – Lebih dari sepekan terakhir, buah durian dari wilayah Seberang Kapuas sudah mulai jatuh dan dijual di Kota Sekadau. Pemilik kebun durian juga terlihat sangat antusias menjual buah asli kalimantan tersebut. Pasalnya, dikalangan petani harga durian kini cukup tinggi.

Salah seorang petani durian asal Desa Semabi Kecamatan Sekadau Hilir, Tehsu mengatakan sampai hari ini setidaknya ada enam jenis harga durian yang ia jual di Seberang Kapuas, Sekadau.

“Durian ini baru mulai gugur, jadi harga agak tinggilah. Sekarang itu ada enam jenis harga mulai dari Rp 5 ribu, Rp 8 ribu, Rp 10 ribu, Rp 12 ribu, Rp 15 ribu dan paling mahal itu Rp 18 ribu untuk buah paling besar per bijinya. Kalau mereka jual ecer kurang tau ya, paling diatas Rp 10.000 per biji,” ujar Tehsu, Senin (12/7/2021).

Tehsu menyebut dalam sehari biasa menjual belasan sampai puluhan biji buah dari hasil kebun miliknya. Kadang ia juga membeli durian orang lain untuk selanjutnya dijual ke Sekadau.

“Kalau buah milik kita sih gak banyak karna tahun ini dak terlalu banyak buahnya, paling dalam sehari semalam itu terkumpul belasan biji. Kalau kita mau jual agak banyak ya beli punya kawan untuk nambah bawaan ke Sekadau,” ujarnya.

Dia menjelaskan dengan harga yang cukup tinggi dikalangan petani sekarang membuat dirinya bersemangat menjual durian dan sekarang pekerjaan fokus hanya nyampah (menunggu buah) durian.

Ia berharap ditengah pandemi covid-19 yang membuat masyarakat kebingungan beraktivitas, harga durian tetap stabil.

“Kalau bagi kami harga durian diatas Rp 5ribu perbiji itu sudah lumayan, karena kan kita jual diangkut pakai motor lagi ke Seberang Kapuas, belum ongkos kerusakan motor dan lain-lain,” ungkapnya.

Kalau dulu, cerita Tehsu, menjual durian itu di angkut menggunakan takin atau jarai (tempat membawa durian terbuat dari rotan) yang muatan isinya hanya belasan biji sampai 50 biji. Ketika sampai ke Seberang Kapuas harus dimuat kedalam karung goni untuk selanjutnya dijual ke steher Sekadau.

“Kalau sekarang jualnya enak pakai motor, dulu kami berangkat subuh, harganya pun paling Rp 1.000 sampai Rp 2 ribu perbiji. Sekarang jaman sudah maju ya angkut pakai motor, buahnya isi dalam keranjang. Cuma kalau hujan saja susah bawanya karena jalannya ijat (becek),” katanya.

Ia juga bercerita menjual durian sekarang sudah gampang, pembeli datang ke Seberang Kapuas. Bahkan kadang sesama pembeli saling bersaing harga untuk membeli.

“Kadang kita belum datang pembeli sudah stanby nunggu buah kita di Seberang Kapuas, kalau harga cocok baru kita jual,” pungkasnya.

 

  • Bagikan