SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Singkawang Sebanyak 20 peserta Pustu Ikuti Program Pendampingan Inovasi Daerah

Sebanyak 20 peserta Pustu Ikuti Program Pendampingan Inovasi Daerah

Kabid Litbang Bappeda Kota Singkawang Supardiyana menyampaikan materi pendampingan terhadap 20 peserta dari Puskemas Pembantu (Pustu) dalam program pendampingan inovasi daerah bagi perangkat daerah di Aula Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Kamis (24/6/2021). SUARAKALBAR.CO.ID/Hendra

Singkawang (Suara Kalbar)- Sebanyak 20 peserta dari puskesmas pembantu (Pustu) mengikuti program pendampingan inovasi daerah bagi perangkat daerah dari Bidang Litbang Bappeda Kota Singkawang di Aula Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Kamis (24/6/2021).

“Bahwa sebelumnya inovasi daerah merupakan harapan setiap daerah di dalam mewujudkan salah satu bagian proses pembangunan oleh sebab itu kementrian dalam negeri melalui Permendagri Nomor 104 Tahun 2018 mengadakan lomba inovasi daerah tingkat nasional, provinsi, kota seluruh Indonesia,” ujar Kabid Penelitan dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kota Singkawang, Supardiyana usai kegiatan.

Dia menjelaskan input data inovasi daerah agar dapat dilaporkan ke Kemendagri mulai Mei sampai 13 Agustus 2021.
“Kami Pemkot Singkawang Bidang Litbang Bappeda telah melakukan penjempitan inovasi perangkat daerah kecamaatam maupun kelurahan,” katanya.

Menurutnya, pendampingan untuk mengukur nilai indeks inovasi daerah yang dilakukan perangkat daerah.
“Pendampingan data pendukung diskes untuk semua puskesmas pembantu di Singkawang di aula Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Supardiyana menjelaskan bahwa masih ada 22 inovasi daerah belum dilaporkan Kemendagri dengan data dukung dan lampirannya.

“Inovasi yang sudah diterapkan di lingkungan kerja masing-masing bahwa Kota Singkawang merupakan kota sangat inovatif 2020, pendampingan ini mempertanyakan kembali Singkawang sebagai kota sangat inovatif,” jelasnya.

Dia menjelaskan harapan dan tujuan Pemerintah Pusat di dalam menilai dalam melakukan pelayanan publik , inovasi tata kelola pemerintahan dan menghimpun inovasi lainnya menuju perubahan.

“Perubahan dalam proses pembangunan untuk menuju tingkat kesejahteraan kepada masarakat akan dapat dicapai secara maksimal dengan melakukan pendampingan, syukur kita bisa masuk 10 besar sebagai kota inovasi,” katanya.
Menurutnya, peserta Puskemas pembantu ada 20 peserta, dan ini akan selalu kita lakukan perangkat daerah atau kelompok masyarakat yang ada inovasinya.

Komentar
Bagikan:

Iklan