Tumbuhnya Pengusaha Pangan Lokal Millenial

  • Bagikan

 Tumbuhnya Pengusaha Pangan Lokal Millenial

Bengkayang (Suara Kalbar) – Dalam rangka membangun generasi muda yang memiliki semangat wirausaha, Prodi Kewirausahaan Institut Shanti Bhuana bekerjasama dengan Pusat Riset dan Pengabdian Masyarakat menyelenggarakan webinar dengan tema ‘Tumbuhnya Pengusaha Pangan Lokal Milenial. pada hari Kamis, 29 April 2021.

Acara menghadirkan Bupati Kabupaten Bengkayang Sebastianus Darwis, Guru Besar Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor Ibu Prof. Dr. C. Hanny Wijaya, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Kabupaten Bengkayang Dr. Yan,  dihadiri oleh 441 peserta yang berasal dari beraneka ragam profesi mulai dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi, petani, ibu rumah tangga, aparatur sipil negara dan tidak ketinggalan para pelaku UMKM di Kabupaten Bengkayang.

Seminar kali ini dibuka oleh Rektor Institut Shanti Bhuana Romo Marianus Dinata Alnija.

Dalam sambutannya, Romo Marianus mengatakan pemanfaatan bahan pangan lokal sangatlah penting untuk ditingkatkan seiring dengan perkembangan pengusaha-pengusaha muda dalam bidang pangan sekarang ini.

Dia menambahkan, Institut Shanti Bhuana sebagai center of knowledge akan senantiasa terus mengembangkan sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Bengkayang untuk mendukung pertumbuhan wirausaha muda di Kabupaten Bengkayang melalui program studi Kewirausahaan yang dimiliki.

Setelah Rektor Institut Shanti Bhuana menyampaikan sambutan, webinar dilanjutkan dengan acara inti yaitu mendengarkan pemaparan dari para narasumber yang dimoderatori oleh Kepala Program Studi Kewirausahaan, Institut Shanti Bhuana Sabinus Beni.

Untuk Pemaparan pertama dibawakan oleh Bupati Kabupaten Bengkayang Sebastianus Darwis.

Di dalam pemaparannya, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menyampaikan strategi pencapaian diversifikasi pangan di Kabupaten Bengkayang yang akan dilakukan dengan internalisasi penganekaragaman konsumsi pangan dan pengembangan bisnis dan industri pangan lokal.

Lebih lanjut Sebastianus Darwis mengutarakan bahwa Kabupaten Bengkayang memiliki berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan oleh generasi millenial yang akan terjun ke dunia entrepreneurship seperti ketersediaan bahan baku yang memadai, produk olahan pangan lokal yang beredar di pasar lokal masih sedikit, meningkatnya golongan ekonomi menengah di Bengkayang, makin banyaknya masyarakat yang makan diluar rumah (wisata kuliner) dan semakin menjamurnya makanan cepat saji.

Pada akhir paparannya, Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang 2009-2014 ini menyakinkan peserta terutama kaum millenial untuk tidak takut terjun sebagai wirausaha karena Pemerintah Daerah akan mendukung terlibatnya para kaum millenial dalam memanfaatkan bahan pangan lokal terutama komoditas jagung, hortikultura dan kopi di Kabupaten Bengkayang.

Sementara itu, Prof. Dr. C. Hanny Wijaya yang tampil begitu memukau dengan materinya yang sedikit “provokatif“ yaitu Start up Pangan Lokal, Siapa Takut?

Dalam Paparannya Hanny Sapaan akrabnya menjelaskan betapa tertinggalnya negara Indonesia dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura dalam jumlah wirausaha baru.

Indonesia, menurut Hanny baru memiliki 3 persen pengusaha, sedangkan Malaysia sudah memiliki 5 persen pengusaha dan Singapura jumlah pengusaha mudanya sudah menyentuh angka 7 persen

Hanny juga menyatakan bahwa dalam membangun wirausaha muda perlu keseimbangan kerjasama dari tiga sistem, yaitu akademisi, pengusaha dan pemerintah daerah.

Lebih lanjut Hanny menerangkan, menjadi seorang pengusaha muda dibidang pangan tidaklah mudah, bukan berarti tidak bisa karena seorang milenial memiliki berbagai keunggulan, seperti umur yang masih produktif, adanya pengetahuan, ketrampilan dan teknologi yang dapat dipelajari.

Pada Sesi terakhir webinar diisi dengan pemaparan oleh Kepala Bappeda DR. Yan, Ia menjelaskan mengenai potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Bengkayang.

Selain itu Yan menegaskan bahwa pengembangan pemanfaatan pangan lokal sesuai dengan misi yang disampaikan oleh Bupati Bengkayang yaitu mewujudkan Kabupaten Bengkayang yang maju dalam bidang pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Untuk itu, menurut Yan lagi, perlu ada nilai tambah dari produk-produk unggulan pertanian yang dimiliki oleh Kabupaten Bengkayang. Kerjama dengan akademisi melupakan hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan misi tersebut.

Untuk diketahui, peserta yang mengikuti webinar tidak hanya berasal dari Kabupaten Bengkayang saja, tetapi berasal dari berbagai daerah di tanah air, seperti Bali, Surabaya, Tawangmangu, Flores, bahkan peserta dari Aceh pun menyempatkan diri untuk meregistrasi dan mengikuti acara ini.

Dalam kegiatan ini, Para peserta memberikan respon positif karena disuguhkan dengan pembicara yang memberikan materi dengan santai, menarik, inspiratif dan penuh pengetahuan.

Selanjutnya beberapa peserta setelah acara selesai bahkan memohon agar diberikan informasi jika ada kegiatan serupa yang diselenggarakan oleh Institut Shanti Bhuana.

Acara ini kemudian ditutup oleh Wakil Rektor 1 Institut Shanti Bhuana Sr Dr.Helena Anggraini, yang menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini.

Suster Helena berharap acara ini dapat menginspirasi kaum muda untuk terjun sebagai wirausaha di bidang pangan, dan diakhir kata, tidak lupa beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para narasumber yang telah membagikan ilmunya kepada para peserta.

Penulis : Kurnadi

  • Bagikan
You cannot copy content of this page