Banyak Warga Sekadau Tidak Paham PPKM Berbasis Mikro

  • Bagikan

Salah satu posko PPKM berbasis Mikro di Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir. SUARAKALBAR.CO.ID/ Tambong

Sekadau (Suara Kalbar) – Banyak warga Sekadau tidak paham tentang program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM berskala Mikro. Program ini dinilai belum maksimal tersampaikan kepada masyarakat.

Salah seorang warga Sekadau asal Desa Landau Kodah, Yanto (50) tahun saat ditanya suarakalbar.co.id mengatakan tidak tahu sama sekali mengenai PPKM Mikro.

“Wah dak tau lah mas,” katanya, Kamis (28/4/2021).

Ia menyebut pada awal merebaknya kasus covid-19 di Desa nya masih ada pembatasan kegiatan dan keluar masuk orang. Namun sekarang kegiatan berjalan seperti biasa tanpa adanya pembatasan.

“Pertama dulu ada, waktu awal-awal lokdown itu, sekarang dak ada kayaknya,” jelasnya.

Salah seorang warga Sekadau lainnya, Ummi  (28) tahun mengatakan tidak memahami adanya program pembatasan kegiatan masyarakat dari Pemerintah.

“Gak ada sih ya, cuma kalau kita keluar Rumah tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai prosedur yang ada, minimal pakai Masker,” katanya.

Ia berharap kasus covid-19 bisa segera ditangani di Sekadau agar masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Ia juga berharap penanganan covid-19 berbarengan dengan pulihnya ekonomi masyarakat.

Diketahui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro gencar diterapkan oleh pemerintah Desa dengan anggaran yang dibebankan kepada Dana Desa (DD) untuk penanganan Covid-19.

PPKM Mikro setidaknya memiliki empat aspek program sasaran yaitu pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung.

Penulis : Tambong Sudiyono

  • Bagikan
You cannot copy content of this page