Update Hari Ini, Dua Titik Hotspot di Sekadau Telah Hilang
![]() |
| Foto: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sekadau, Matius Jon. SUARAKALBAR.CO.ID/Tambong |
Sekadau (Suara Kalbar) – Di Sekadau terdapat dua titik hotspot yang terdeteksi oleh satelit pada tanggal 21 dan 27 februari 2021. Namun hingga tanggal 3 Februari 2021, dua titik hotspot tersebut telah hilang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sekadau, Matius Jon mengatakan dua titik hotspot tersebut hanya berskala kecil sehingga tidak menyebabkan kebakaran yang luas.
“Pertama temuan titik hotspot tersebut terdapat di Kecamatan Belitang Hilir dan kedua Sekadau Hulu, tepatnya di Desa Setawar,” sebutnya, Rabu (3/3/2021).
“Dua titik api itu kita dapatkan dari citra satelit pada pagi harinya, kemudian laporan disampaikan lagi pada sore harinya dan ketika kita cek ternyata sudah hilang,” tambahnya.
Hingga hari ini kabut asap sudah mulai melanda wilayah Sekadau namun dengan intensitas yang masih rendah. Kabut asap yang ada merupakan dampak Karhutla di beberapa wilayah di Kalimantan Barat, bukan dari Sekadau.
Hingga hari ini belum ada laporan terkait petani ladang yang biasanya melakukan pembakaran lahan untuk dijadikan lahan pertanian mengingat siklus panen padi sedang berlangsung dari tahun sebelumnya.
Kalak BPBD menghimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan yang menyebabkan timbulnya titik api. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada karena kabut asap bisa membahayakan kesehatan.
“Kami minta, pertama kabut asap dapat membahayakan kesehatan. Kedua hati-hati dengan Karhutla, jadi jangan menggunakan api secara sembrono karena akibatnya bisa menyebabkan hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Penulis : Tambong Sudiyono





