Belajar Tatap Muka, Dewan Pendidikan Mempawah Turun Lapangan Cek Prokes
![]() |
| Dewan Pendidikan Kabupaten Mempawah saat melaksanakan monitoring pembelajaran tatap muka dan kesiapan penerapan protokol kesehatan di SDN 5 Mempawah Hilir, Selasa (2/3/2021) pagi. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist |
Mempawah (Suara Kalbar) – Dewan Pendidikan Kabupaten
Mempawah telah mengambil langkah-langkah untuk membantu pemerintah daerah
meningkatkan mutu pendidikan selama masa pandemi Covid-19.
Misalnya, sejak 18 Desember 2020 lalu, Dewan Pendidikan turun
melakukan monitoring kesiapan tiap-tiap sekolah dalam penerapan protokol
kesehatan, tidak saja bagi peserta didik, tapi juga bagi warga sekolah lainnya.
“Dari kunjungan ke tiap-tiap sekolah dengan metode random
sampling di seluruh Kabupaten Mempawah sejak 18 Desember lalu itu, kami
mendapat banyak masukan dari Komite Sekolah, orangtua dan masyarakat, terkait
rencana pembelajaran di masa pandemi,” ujar HM Ali Bakar, Ketua Dewan
Pendidikan Kabupaten Mempawah, Selasa (2/3/2021) sore.
Selain mendapatkan banyak masukan, Dewan Pendidikan juga
menemukan adanya kendala yang dihadapi pihak sekolah dalam memenuhi standar
protokol kesehatan seperti yang ditetapkan.
Pun demikian, dari kunjungan itu, terungkap sangat besar
keinginan para orangtua atau wali murid agar pembelajaran tatap muka di seluruh
satuan pendidikan dapat dibuka kembali oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah.
“Nah atas masukan-masukan yang didapat, kami di Dewan
Pendidikan Kabupaten Mempawah lantas membuat sejumlah rekomendasi yang kami
sampaikan kepada Bupati Mempawah dan Kadisdikporapar,” ungkap Ali Bakar.
Tokoh pendidikan senior di Kabupaten Mempawah ini meyakini,
dari rekomendasi yang telah diberikan tersebut, Pemkab Mempawah melalui
Disdikporapar telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mendukung upaya
sekolah mempersiapkan proses pembelajaran tatap muka, termasuk penyediaan
sarana dan prasarana protokol kesehatan.
“Ketika pembelajaran tatap muka dimulai Pemkab Mempawah pada
22 Februari, Dewan Pendidikan Kabupaten Mempawah telah berencana menggelar rapat
anggota untuk menetapkan hari pelaksanaan monitoring di sekolah-sekolah.
Intinya, kami berupaya memastikan protokol kesehatan telah diterapkan secara
baik dan benar,” ujarnya.
Dewan Pendidikan juga mengapresiasi kunjungan perdana Bupati
Mempawah, Erlina, ke SMPN 1 Siantan dan SD Negeri 1 Segedong, mengecek
persiapan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi pada 22 Februari.
“Kunjungan itu sebagai wujud tanggung jawab Bupati Erlina
selaku kepala daerah untuk melihat langsung sarana protokol yang tersedia di
sekolah. Karenanya, Dewan Pendidikan menilai langkah ini perlu kita dukung
bersama,” kata Ali Bakar lagi.
Terkait penundaan sementara pembelajaran tatap muka di
Kabupaten Mempawah untuk menindaklanjuti Surat Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Nomor 421/1039/DIKBUD-A, tertanggal 26
Februari 2021 tentang Pemberhentian Sementara Tatap Muka, Ali Bakar mengatakan,
Dewan Pendidikan Kabupaten Mempawah bisa memaklumi.
Adanya penundaan sehari, jelas Ali Bakar, memberi waktu bagi
Pemkab Mempawah dan OPD terkait untuk melakukan kajian, apakah tetap meniadakan
belajar tatap muka, ataukah memulai kembali dengan pelaksanaan prokes yang
ketat.
“Dan setelah melakukan kajian, maka langkah Pemkab Mempawah
yang kembali memulai kegiatan pembelajaran tatap muka pada 2 Maret 2021, dapat
kami fahami sebagai bentuk menjaga keberlangsungan proses pendidikan di
Kabupaten Mempawah. Kami jelas memberikan dukungan,” tegasnya.
Karena itu, Dewan Pendidikan Kabupaten Mempawah akan terus
turun ke lapangan melakukan monitoring, sekaligus mengingatkan pihak sekolah
agar tidak lalai dalam penerapan protokol kesehatan demi keselamatan bersama.
Penulis : Distra






