SMA/SMK Mulai Belajar Tatap Muka, SD/SMP Masih Daring
![]() |
| Proses belajar mengajar tatap muka di SMK Amaliyah Sekadau sudah dilakukan.SUARAKALBAR.CO.ID/Tambong |
Sekadau (Suara Kalbar) – Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Sekadau mulai melakukan aktivitas belajar mengajar tatap muka, sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama proses belajar mengajar masih dilakukan secara daring.
Kepala SMK Amaliyah Sekadau, H. Isnaini mengatakan pihaknya sudah melakukan proses belajar mengajar tatap muka mulai hari senin lalu. Proses belajar mengajar dimulai sesuai surat edaran dinas pendidikan provinsi Kalimantan Barat per tanggal 15 Februari 2021 tentang pembelajaran tatap muka.
“Dasar kita selain Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, kita juga mengacu kepada pengumuman dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar bahwa Sekadau masuk zona kuning dan juga hasil rapat kami dengan Gubernur bahwa zona kuning sudah boleh dilakukan belajar tatap muka,” ujarnya,” Rabu (24/2/2021).
Sebelum belajar mengajar dilaksanakan, pihaknya juga sudah menyurati Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat yang isinya menyatakan SMK Amaliyah siap melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka.
H. Isnaini menyebut proses belajar mengajar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan membagi ship belajar per kelasnya.
“Ketika masuk siswa akan diukur suhu tubuh menggunakan Thermogan, ada petugas kita yang jaga 2 orang, wajib cuci tangan, pakia masker dan dalam kelas kita atur jarak duduknya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SDN 01 Sungai Ringin, Suratno mengatakan pihaknya hingga hari ini masih melakukan proses belajar mengajar secara daring.
“Kita masih secara daring, yang punya hp android kita lakukan secara daring namun yang tidak punya kami panggil untuk diberikan tugas dan kita juga berikan buku paket,” sebutnya.
Ia menyebut jika memang sudah dibolehkan pihaknya siap melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka. Perangkat protokol kesehatan juga sudah disiapkan seperti penyediaan tempat cuci tangan. Selain itu petugas piket juga nantinya akan disiagakan mengantisipasi anak-anak berkerumun.
Penulis : Tambong Sudiyono






