SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Kisah Mattohir di Sengkubang: Pencari Kayu Berhati Emas yang Berbagi Rezeki untuk Nenek Miskin

Kisah Mattohir di Sengkubang: Pencari Kayu Berhati Emas yang Berbagi Rezeki untuk Nenek Miskin

Nenek Satima menangis haru saat menerima pemberian uang dari Mattohir (kiri) untuk membeli dan memperbaiki atap rumahnya yang bocor di Dusun Parit Senin, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir. SUARAKALBAR.CO.ID/Dian Sastra

Mempawah (Suara Kalbar)-Apa yang dilakukan Matthohir (35),
bikin hati terharu. Meski ia seorang pencari kayu berpenghasilan tak menentu,
tapi masih bisa menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu orang lain.

Mattohir adalah warga Dusun Parit Senin, RT. 015/RW.007,
Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir. Sehari-hari, ia bekerja serabutan. Kadang
mencari kayu cerucuk, tak jarang menebang pohon karet untuk biaya hidup sehari-hari.

Dan ketika turun program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya
(BSPS) dari Kementerian PUPR untuk membedah rumah tidak layak huni (RTLH),
Mattohir termasuk salahseorang yang terpilih dapat rehab rumah di Desa
Sengkubang.

“Nilai bantuan BSPS itu sebesar Rp 17,5 juta. Yakni, 15 juta
merupakan bahan material, sedangkan Rp 2,5 juta merupakan upah tukang. Nah,
upah tukang ini lah yang diniatkannya akan diinfakkan kepada orang yang
membutuhkan,” ujar Gus Imam Jauhari, Pimpinan Pusat Dakwah Ahbabul Musthofa
Kabupaten Mempawah kepada suarakalbar.co.id, Jumat (4/12/2020) pagi.

Gus Imam mengaku tak menyangka, Mattohir yang dikenal
sebagai sosok pendiam, ternyata punya niat yang sangat mulia.

Begitu pencairan upah tukang program BSPS terlaksana, bukan
main senang hati Mattohir. Bergegas dia pulang ke Parit Senin. Tekadnya bulat
untuk menginfakkan sebagian upah itu untuk membantu Nenek Satima (60), tetangganya
di kampung.

Satima adalah seorang wanita wanita paruh baya yang sebatang
kara. Ia fakir miskin, juga bertempat tinggal di Dusun Parit Senin.

Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Berlantai papan
tipis, atap rumah pun bocor. Jika turun hujan, Nek Satima kesusahan untuk
beristirahat.

“Karena kondisi kehidupan Nek Satima yang memprihatinkan, Mattohir
berniat menyisihkan rezeki agar bisa dibelikan atap rumah dan memperbaiki yang
bocor,” kata Gus Imam lagi.

Nek Satima, seketika menangis haru saat datang
Mattohir memberinya uang. Ia tak menyangka, pria pendiam itu ternyata berhati
emas.

“Nek Satima benar-benar tak menyangka. Sebab ia tahu, Mattohir
sendiri kehidupannya juga fakir miskin dan serba kesusahan, tapi masih mau
membantu dirinya,” jelas Gus Imam.

Kisah Mattohir ini, menurut Gus Imam, merupakan sebuah
pelajaran berharga bagi kita semua. Sesungguhnya, masih ada sosok pekerja
miskin yang mau membantu sesama.

“Semoga kisah ini dapat menggugah seluruh masyarakat agar
selalu peduli kesulitan orang lain dalam kehidupan di sekeliling kita. Saya
juga mendoakan, atap rumah Nek Satima bisa segera diperbaiki dan tak kehujanan
lagi,” imbuhnya.

Gus Imam juga berharap, kisah hidup Nenek Satima di Dusun
Parit Senin, Desa Sengkubang, bisa menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Semoga nenek Satima juga bisa diberikan bantuan oleh
pemerintah daerah, khususnya melalui instansi terkait,” pungkas dia. 

Penulis : Tim Liputan

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play