SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Ujaran Kebencian di Medsos: Sambil Menangis Ibu dan Kakak Hil Memohon Maaf

Ujaran Kebencian di Medsos: Sambil Menangis Ibu dan Kakak Hil Memohon Maaf

Ibunda dan kakak kandung Hil menandatangani permohonan maaf atas postingan Hil yang bernada ujaran kebencian di media sosial.

Mempawah (Suara Kalbar)-Orangtua Hil, pelaku ujaran
kebencian di media sosial, menyampaikan permohonan maaf dalam Musyawarah Tokoh
Lintas Etnis di Kabupaten Mempawah yang kini tengah berlangsung di Rumah Budaya
Melayu, Rabu (18/11/2020).

Dalam pertemuan ini, Haminah, ibu kandung Hil, dan Desi,
Kakak Kandung, mengatakan, dirinya atas nama keluarga besar Hil menyampaikan
penyesalan atas perbuatan anaknya yang telah menciderai perasaan masyarakat
etnis Madura dan etnis Bugis terkait postingan di media sosial Facebook pada
tanggal 30 Oktober 2020.

Keluarga besar Hil juga memohon maaf yang sebesar-besarnya
kepada masyarakat etnis Madura dan Bugis di seluruh Kabupaten Mempawah,
Provinsi Kalimantan Barat, serta Republik Indonesia atas perbuatan Hil.

Keluarga besar Hil juga mengakui dengan sebenar-benarnya bahwa
Hil semenjak tahun 2018 memang dalam kondisi sakit yang mengarah pada gejala
ganguan kejiwaan.

“Karenanya, kami memohon kepada pihak-pihak terkait dalam
kasus anak kami Hil untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa,”
tegas Desi, kakak kandung Hil mewakili ibunda yang tak sanggup untuk membacakan
permohonan maaf tersebut karena terus menangis, berurai air mata.

Dan terakhir, keluarga besar Hil juga berjanji dan menjamin
bahwa Hil tidak akan mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari.

Usai membacakan permohonan maaf, seraya dituntun, Haminah, ibunda
Hil, menandatangani surat permohonan maaf dengan sejumlah saksi.

Yakni, kakak kandung, Desi, Kasi Pemerintahan Desa Sekabuk,
Alex Candra, Kepala Dusun Pak Nungkat, Izhar, Ketua RT. 003/RW.002 Dusun Pak
Nungkat, Wan Dormawan, Tokoh Agama Dusun Pak Nungkat, Koldin dan Timanggung
Desa Sekabuk, Ajung L.

Seperti diberitakan suarakalbar.co.id, para tokoh lintas
etnis di Kabupaten Mempawah tengah bertemu di Rumah Budaya Melayu, Rabu
(18/11/2020) pagi.

Pertemuan digelar dalam rangka musyawarah terkait permohonan
maaf keluarga besar Hil, pemuda di Desa Sekabuk, yang telah mengeluarkan ujaran
kebencian di media sosial, beberapa waktu lalu.

Hil sendiri telah diamankan di Mapolres Mempawah terkait
postingan berunsur SARA yang sempat memicu keresahan antar etnis di Kabupaten
Mempawah.

Dalam musyawarah tersebut, turut hadir pengurus Ikatan
Keluarga Besar Madura (IKBM) Mempawah, Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), Persatuan
Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM), Forum Komunikasi Pemuda Madura (FKPM), Laskar Pemuda Melayu (LPM), Persatuan
Orang Melayu (POM), Himpunan Mahasiswa Madura (Himma), Dewan Adat Dayak (DAD) dan
Forum Komunikasi Orang Bugis (FKOB).

Kemudian, Asisten III Setda Mempawah, Polres Mempawah, Camat
Sadaniang, Pemerintah Desa Sekabuk, Timanggung Sekabuk, Kepala Dusun dan tokoh
agama Dusun Pak Nungkat.

 

Penulis : Tim Liputan

Komentar
Bagikan:

Iklan