Pabrik Ditutup, Karyawan Nissan Berdemonstrasi
![]() |
| Ilustrasi logo Nissan (Shutterstock). |
Jakarta (Suara Kalbar)- Perampingan bisnis menjadi salah satu strategi Nissan
mengembalikan masa kejayaan perusahaan. Oleh karena itu pada awal bulan
ini, perusahaan telah mengumumkan rencananya untuk keluar dari pasar
Eropa dalam upaya lebih berkonsentrasi pada AS, Jepang dan Cina.
Di mana grafik penjualan Nissan
relatif lebih baik di ketiga tersebut. Untuk memulai proses ini, Nissan
harus membuat pengurangan sumber daya strategis dan pengurangan sejumlah
karyawan.
Melansir Rushlane, Senin
(1/6/2020), dalam hal ini Nissan memutuskan untuk menutup fasilitas
manufakturnya di Zona Franca, Barcelona. Dampaknya, perusahaan harus
merumahkan setidaknya 2.800 karyawan dan secara tidak langsung
mempengaruhi lebih dari 20.000 pekerjaan.
Keputusan tersebut rupanya menyulut
reaksi dari para karyawan untuk melakukan demonstrasi di jalan. Ratusan
karyawan pabrik Nissan Barcelona berkumpul dengan melakukan aksi bakar
ban di depan fasilitas pabrik.
![Sejumlah jurnalis mengendarai mobil listrik Nissan Leaf saat media test drive di Bridgestone Test Course, Karawang, Jawa Barat, Senin (9/9). [Suara.com/Arya Manggala]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/09/09/55885-nissan-leaf.jpg)
Keputusan
pabrikan asal Jepang tersebut untuk menutup fasilitas pabrik sebenarnya
tidak hanya terjadi di Spanyol. Rencana perampingan bisnis Nissan juga
berdampak terhadap pentupan fasilitas pabrik di Indonesia.
Namun demikian Nissan berkomitmen untuk
tetap memberikan layanan purna jual di Indonesia. Sementara terkait
produk baru, Nissan akan menghadirkannya dalam bentuk completely built up (CBU).
Sumber : Suara.com
Editor : Diko Eno






