RSUD Melawi Butuh Tenaga Sarjana Fisika Medik
![]() |
| Caption : Direktur RSUD Melawi, dr Sien Setiawan saat menunjukan alat CT Scan yang dimiliki RSUD kabupaten Melawi.[suarakalbar/Dea] |
Melawi (Suara Kalbar)- Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Melawi terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan yang lebih prima. Bahkan rumah sakit berplat Merah inipun, kini sudah memiliki alat Computerized tomography scan (CT scan).
Yang kegunaannya sebagai prosedur pemeriksaan medis dengan menggunakan kombinasi teknologi Rontgen atau sinar-X dan sistem komputer khusus untuk melihat kondisi dalam tubuh dari berbagai sudut dan potongan.
“Saat ini kita masih perlu tenaga sarjana Fisika medik sebanyak 1 orang. Untuk melengkapi operasional CT Scan,” ungkap Direktur RSUD Melawi, dr Sien Setiawan.
Menurutnya di Kabupaten Melawi saat ini masih minim lulusan Sarjana Fisika Medik. Padahal, peluang kerja ataupun untuk menjadi PNS sangatlah besar. Karena sangat dibutuhkan, diperkembangan teknologi kesehatan saat ini. Saat ini Kabupaten Melawi sudah memiliki beberapa orang Sarjana Fisika Teknik Nuklir dari Nanga Ella Hilir yang bekerja untuk Badan Tenaga Atom Nasional (Batan).
“Tapi belum memiliki Sarjana Fisika Medik untuk Radiodiagnostik /Radioterapi ). Kedepan, anak anak Melawi harus ambil jurusan ini,” harapnya.
Ia berharap kekurangan satu orang tenaga operasional CT Scan bisa segera terpenuhi.
“Kita coba cari di Melawi dulu tenaga lulusan Fisika Medik. Jika tidak ada, akan diprioritaskan untuk diusulkan Formasinya untuk segera diangkat sebagai cpns,” katanya.
Saat ini Unit Radiologi RsUD Melawi sudah memiliki Sumber Daya Manusia sebanyak 1 dokter spesialis Radiologi dan 7 orang lulusan D-3 Radiografer. Alat CT Scan, merupakan alat medis canggih masa kini yang dimiliki RSUD Kabupaten melawi.
Hasil CT Scan memiliki kualitas dan kedalaman yang lebih rinci dibanding foto Rontgen biasa. CT scan umumnya digunakan sebagai alat bantu diagnosis, panduan untuk melakukan tindakan selanjutnya, serta memantau kondisi sebelum dan sesudah terapi.
Penulis : Dea Kusumah Wardhana
Editor : Diko Eno






