SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Save Hutan Indonesia, Serikat Komunitas Singkawang Bagi Masker

Save Hutan Indonesia, Serikat Komunitas Singkawang Bagi Masker

Penandatangan Save Hutan Indonesia

Singkawang (Suara Kalbar) – Serikat Komunitas Singkawang begitulah nama yang diusung oleh gabungan organisasi atau komunitas se- Kota Singkawang dengan tema Rumah Kita Melawan Kabut Asap.

Mereka menggelar aksi pembagian 10.000 masker pada Sabtu (21/9) sore dihadiri kurang lebih 200 orang berkumpul di halaman Mess Daerah untuk bersama-sama melakukan aksi pembagian masker kepada masyarakat serta menandatangani petisi “Save Hutan Indonesia”.

Acara ini dihadiri Wakil Walikota Singkawang Irwan,Kepala Dinas Kesehatan dan KB  Akhmad Kismed,dan Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Singkawang  mengapresiasi dan berterima kasih atas adanya kegiatan ini,” ungkap Irwan dalam rilis yang diterima Suarakalbar.co.id pada Senin (23/9/2019).

Pembagian masker kepada pengendara di Kota Singkawang. 

Pembagian masker ini disebar dibeberapa ruas jalan di lima Kecamatan di Kota Singkawang.

Pengadaan masker ini difasilitasi oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang.

Pada malam harinya tepat pukul 20.00 Wiba di adakannya Talk Show tentang kabut asap  dengan Nara sumber dari Kadis LH Emy Hastuti dari Dinas Kesehatan dan KB diwakili Mursalin, dan dari Anggota WWF Kalbar Hendro.

Diskusi ini dipandu oleh Moderator Triyono dari Komunitas Singkawang Membaca dan sebagai MC oleh Prima Adhitya diskusi ini berjalan lancar dan disertai tanya jawab dari peserta ungkap Koordinator Pelaksana Ahmad Maulana.

“Kabut asap ini bukan hanya masalah yang harus diatasi pemerintah saja, malainkan semua ikut berperan termasuk pemuda melalui kreativitas seperti kegiatan ini,”pungkas Emy Hastuti.

Masyarakat Singkawang dihimbau beprilaku hidup bersih dan sehat. “Serta melindungi balita, bumil, dan lansia karena mereka rentan akan penyakit terutama ISPA dengan kondisi kabut asap ini tambah,”ungkap Mursalin dari Dinas Kesehatan dan KB.

Sementara, Hendro dari WWF, mengaku konsen dengan kondisi saat ini ada beberapa kendala yang mesti dihadapi dan ini berskala besar dan artinya kedepan jika ini tidak akan terulang kembali harus ada upaya penegakan hukum yang nyata.

“Tidak pandang bulu sehingga menjadi efek jera dan tahun-tahun kedepanya tidak akan terulang kembali,”tegasnya.

Dilain tempat usai kegiatan Prima Adhitya yang juga Pelaku Pariwisata (Owner Amazing Singkawang) mengungkapkan kabut asap yang melanda Kota Singkawang berdampak besar terhadap kegiatan

kepariwisataan.

“Terutama wisatawan luar yang akan datang ke Kota Singkawang tertunda kedatangannya bahkan ada yang tidak jadi, hal ini berpengaruh pada sektor perekonomian,”tutup Prima.

Penulis: Rilis

Editor: Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan