SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Elpiji 3 kg langka dikeluh warga Kota Baru Pontianak

Elpiji 3 kg langka dikeluh warga Kota Baru Pontianak

Tabung gas elpiji 3 kg kosong

Pontianak (Suara Kalbar)- Gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg sulit di dapatkan di Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir.

Akibatnya gas yang bersubsidi ini tembus hingga mencapai Rp.23.000 pertabung. Tentu ini menjadi permasalahan bagi kalangan masyarakat di daerah setempat, sehingga mengundang kekesalan warga.

Beberapa pangkalan gas elpiji bahkan ramai di datangi oleh warga. Tak jarang pula ada masyarakat yang rela menunggu agar tak kehabisan. Serta di tempat lain banyak masyarakat yang membayar terlebih dahulu sebagai bentuk bookingan.

Uum Atiah (37), warga Kota Baru Pontianak, mengaku sudah dua hari ini ia sulit mendapatkan gas elpiji di daerah tempatnya tinggal. Hal ini membuat dirinya harus mengayuh sepeda dengan jarak tempuh yang lumayan jauh demi mendapatkan gas elpiji.

“Itulah sekarang ni gas susah di cari, mahal agik. Mendinglah klo mahal, tapi barang tuh ade. Ini udah mahal, barang tak ade”, ungkap Uum, Sabtu (22/9).

Padahal menurutnya gas elpiji merupakan gas bersubsidi yang berarti di khususkan untuk rakyat yang tidak mampu, namun ternyata banyak pejabat dan orang- orang kaya yang turut serta mengincar gas berukuran 3 kg ini.

“Katenye gas 3 kg ni untuk masyarakat kalangan kecil, tapi ape banyak gak orang- orang kaye bahkan pejabat yang ikut-ikutan ngincar gas ini. Bahkan di restoran pun banyak yang pakai gas ini”, tambahnya.

Senada diungkapkan Mirun (53), pedangan kelontong yang biasanya gas elpiji mengaku sekarang gas elpiji 3 kg lagi langka, ndak setiap hari datang.

“Sekarang malah 3 hari sekali baru datang dari agen. Itupun paling cuma 10 tabung. Karne di bagi lagi dengan pedangan-pedagang lainnye”, ujar Mirun.

Dalam hal ini masyarakat sangat berharap pemerintah dapat bertindak cepat, serta mengkhususkan barang-barang bersubsidi benar-benar hanya untuk masyarakat yang tidak mampu.

Penulis: Ade Siti Fatimah

Editor: Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan