SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News BKMT Sungai Malaya ajak lestarikan permainan galahsin

BKMT Sungai Malaya ajak lestarikan permainan galahsin

Permainan tradisional galahsin 

Kubu Raya (Suara Kalbar) – Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Sungai Malaya Kecamatan Sungai Ambawang menggelar lomba permaianan tradional galahsin atau gobak sodor, Sabtu (22/9/2018).

Galahsin adalah salah satu permainan tradisionl di Indonesia. Permainan ini merupakan permainan grup yang terdiri dari dua tim, dimana masing-masing tim terdiri dari 3-5 orang. Permainan galahsin atau gobak sodor dilakukan dengan acuan garis-garis yang ada atau biasanya dimainkan di lapangan segi empat.

Sayangnya, saat ini permainan galahsin dan permainan tradisional lainnya sudah jarang kita temui anak-anak di Indonesia memainkannya. perkembangan zaman dan kecanggihan tekhnologi lebih diminati oleh generasi yang tren dengan sebutan “Kids Jaman Now”. Maka tak heran jika siswa di sekolah dasar sudah meminta di fasilitasi smart phon.

“Galahsin adalah permainan beregu yang menuntut kekompakan, grup satu di tuntut kompak menjaga tim lawan, grup  kedua di tuntut bisa memasuki garis yang sedang dijaga oleh lawan, permainan yang seru dan dapat meningkatkan keakraban sesama kawan. Sayang sekali permainan seru dan dapat menjaga keakraban sesama kawan jika tidak kita lestarikan,” ujar Ketua BKMT Permata Sungai Malaya Nasifah.

Ia sedih, prihatin juga lihat anak sekarang masih SD yang dibawa kemana-mana udah smartphon, aplikasi mainan di handphon banyak dan gak sesuai sama usianya.

“Kecil-kecil udah kecanduan nge-game, mereka blum tau aja kalau permainan galahsin, congklak dan permainan tradisional lainnya jauh lebih seru ketimbang game di HP mereka, mainnya lebih seru dan dimainkan sama teman-teman,” ujar Khairiyah Panitia lomba.

Acara ini diselenggarakan untuk memeriahkan bulan muharram, BKMT permata mengemas acara ini dengan tajuk “Melestarikan Permainan Tradisional.” lomba-lomba ini sengaja di buat untuk menarik minat anak-anak.

“Niat awalnya kita ngadain lomba buat anak-anak, pas disuruh daftar pesertanya dikit banget, mungkin karna kebanyakan gak tau cara mainnya, jadi lombanya di rombak buat mama-mama, nah anak-anak banyak yang nonton mama-mamanya, yang awalnya pada sibuk motoin dan ngevideoin mama-mamanya, karna keasikan nonton dan nyemangetin akhirnya banyak anak-anak yang nyimpen HP nya dan nonton mama-mamanya lomba,” sambung Khoriyah.

Ia mengajak para orangtua untuk lebih mengontrol permainan anak dan memporsir waktu memainkan HP, ajak anak-anak untuk memainkan permainan tradisional.

“Selain menjaga kelestarian permainan tradisional anak-anak juga bisa lebih sehat karna tidak kurang gerak, kalau kita sebagai orangtua gak mendidik anak sesuai zamannya maka zaman yang akan mendidik anak kita,” ajak Khairiyah

Acara berlangsung selama dua hari satu malam yakni pada 22-23 September 2018 di ikuti oleh seluruh BKMT se-sungai Malaya, terselenggara di Parit Suka Maju Desa Sungai Malaya Kabupaten Kuburaya.

Penulis: Jamilah Nur Maulidia

Editor: Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan