Bupati Bengkayang Melaunching River Tubing
![]() |
| Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis melakukan launching river tubing di Riam Jugan Desa Lembang Kecamatan Sanggau Ledo pada Jumat (12/3/2021). |
Bengkayang (Suara Kalbar) – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis melakukan launching River Tubing di Riam Jugan Desa Lembang Kecamatan Sanggau Ledo pada Jumat (12/3/ 2021).
Pada kesempatan tersebut turut hadir Kajari Bengkayang, Danlanud Harry Hadi Sumantri, Ketua DPRD Bengkayang, perwakilan Pengadilan Negeri, Ketua TP PKK Kabupaten Bengkayang OPD terkait terkait yakni Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, BPKAD, Inspektorat, DPM2PDT, PUPR, Dinas Koperasi UMKM, serta turur hadir pula beberapa camat, kepala desa dan masyarakat sekitar lokasi wisata Riam Jugan.
Untuk diketahui bahwa di Kabupaten Bengkayang begitu banyak potensi objek wisata, saat ini saja tercatat 156 obyek wisata Riam dan sekitar 48 lokasi Riam yang memiliki akses baik menuju lokasi wisata riam (air terjun).
Selain sarana dan prasarana lokasi pengembangan Pariwisata juga penting didukung oleh kelembagan bahkan sertifikasi CHSE ( Clean Health Savety Environment ) sebagai alat pandu bagi wisatawan bahwa lokasi wisata tersebut memang aman dan mampu mengundang kunjungan wisatawan.
Dalam sambutannya Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menegaskan bahwa salah satu visi dan misinya adalah pengembangan pariwisata dalam upaya mmeningkatkan perekonomian masyarakat.
“Potensi Pariwisata di Bengkayang sungguh baik dan banyak, terutama Riam atau ait terjun, oleh karena itu untuk memajukan sektor Pariwisata harus ada sinergitas antar OPD dalam pengembangan pariwisata, bagaimana akses infrastruktur jalan oleh PUPR, disiapkan kulinernya sebagai pemberdayaan UMKM dan sekaligus tenaga kerja sektor pariwisatanya,” katanya.
Mantan Ketua DPRD Bengkayang 2009-2014 ini juga berharap bahwa selter-selter pariwisata yang sudah dirancang agar mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus dapat mendongkrak PAD Kabupaten Bengkayang selain dari pariwisata juga dari kulinernya.
“Kita harus bergerak cepat, mempromosikan dan mengelola kekayaan pariwisata kita, sebab potensi yang kita miliki tidak ada didaerah lain,” katanya.
Maka dari itu, kata Sebastianus Darwis, agar sektor pariwisata kita lebih dikenal dan banyak di kunjungi bisa memacu PAD yang paling utama, dan untuk menciptakan hal itu.
“Kita akan membangun kerjasama salahbl satunya dengan Asosiasi Pariwisata dan Pengusaha Hotel Indonesia ( PHRI ) sehingga dapat tersedia paket-paket wisata lengkap dengan Pusat oleh-oleh produk UMKM. Kedepan juga akan ditumbuh kembangkan,” jelasnya.
Dia menjelaskan dipastikan sektor pariwisata ini juga akan menjadi BUMD yang kedepannya akan mengelola kawasan-kawasan Industri Wisata seperti Lokasi Pasar Lembang akan dimaksimalkan dalam penyediaan penginapan, pusat kuliner dan jajanan atau oleh-oleh Produk UMKM dan Kerajinan dari Dekranasda.
Pada kesempatan terpisah Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Heru Pujiono sangat mendukung upaya pengembangan sentra-sentra pariwisata.
“Pariwisata dan UMKM bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bjsa dipisahkan, oleh karena disitu ada pariwisata disitu pula akan tumbuh dan berkembang UMKM sesuai dengan potensi wisata itu sendiri,” katanya.
Mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup ini menegaskan kolaborasi pariwisata dan UMKM diharapkan dapat mempercepat perekonomian masyarakat dan sekaligus menggerakkan peningkatan PAD, dan tidak kalah pentingnya adalah rantai pasok bahan baku dari UMKM yang bertumbuh di lokasi-lokasi pariwisata.
“Maka sangat tepat kiranya inisiatif DPRD dalam upaya mendorong adanya Raperda bela beli Produk Bengkayang, bahkan Bupati sangat mendorong adanya Raperda tersebut sebagai salah satu payung hukum implementasi Visi dan misi dalam percepatan perwujudan smart desa dan pengembangan pariwisata untuk peningkatan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kata Heru sudah bersiap diri ketika Raperda tersebut disahkan selain akan memberikan jaminan kepada Pelaku UMKM juga akan terjaminnya produk lokal yang sekaligus akan dikonsumsi oleh masyarakat Bengkayang sendiri.
“Kedepan bagaimana kebijakan Pemerintah daerah mendorong agar lokasi-lokasi wisata juga menjual produk-produk lokal Bengkayang, dan itu semua kami juga sudah merancang dan menyiapkan wadah dalam implementasi ketika Raperda Produk bela beli sudah disahkan berupa bengkayang.mart.id, artinya ada sinergitas antara investasi dan produk lokal agar sama-sama tumbuh dan berkembang saling mengisi dalam kerangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya
Penulis : Kurnadi






