Buka Program Inkubator Bisnis Bank Indonesia, Gubernur Kalbar: UMKM Harus Bernovasi
Pontianak (Suara Kalbar) – Memanfaatkan teknologi yang saat ini ada harus dilakukan para pelaku UMKM untuk terus melakukan inovasi.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.
“Sebab tanpa ada inovasi dan pemanfaatan teknologi tersebut, akan tertinggal dari para pelaku UMKM lainnya yang telah melakukan inovasi dan teknologi dari sejak merintis usahanya,” ungkap Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, saat membuka Program Inkubator Bisnis Bank Indonesia [INKUBBI] 2021, Hotel Grand Mahkota Pontianak, Senin (8/11/2021).
Dijelaskannya perlu ditingkatkan inovas-inovasi dari para pelaku UMKM ini, tanpa inovasi akan sulit bersaing dengan yang lainnya, kemudian harus melihat perkembangan trend saat ini dan memanfaatkan apapun teknologi digital sudah menjadi kehidupan sehari-hari,”
Dirinya juga mengapresiasi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar untuk mendampingi UMKM yang ada dengan menggelar program Inkubator Bisnis dalam pemberdayaan usaha mikro yang mana menyasar usaha mikro yang sudah berjalan dan dapat menumbuh kembangkan berbagai aspek kegiatan usaha bagi pelaku usaha mikro tersebut.
“Saya ucapkan makasih Inkubator BI ini untuk kesekian kalinya dan pendampingan UMKMnya yang dilakukan BI bagus dan bisa betul-betul mandiri nantinya. Saya harap mereka [UMKM] bisa era digital para pelaku jangan sampai tidak mengikuti itu, karena dalam hal Usaha UMKM sudah tidak bisa lagi menjadi tertinggal. Saya harap itu menjadi perhatian para pelaku pemasaran dengan digital dan inovasi itu kemudian akses permodalan semuanya bisa dilakukan. Kalau tidak mengikuti akan tertinggal dan tidak mudah untuk bersaing,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diterimanya pada bulan oktober 2021 lalu, di kalbar tercatat data skala usaha pelaku UMKM 167.743 atau [86,37] % usaha mikro, sedangkan usaha kecil 24.766 atau [12,75] % dan usaha menegah 1.705 atau [0,88] %.
“Oleh karena itu pada kegiatan INKUBBI 2021ini, Pemerintah Provinsi Kalbar berharap pelaku usaha mikro dapat didampingi dan dibimbing untuk naik kelas dengan meningkatkan pemasaran dan mendorong mereka untuk perluasan pasar baik lokal, nasional, maupun ekspor melalui pemanfaatan platfrom digital seperti e-commerce, conversational commerce dan digital payment,” paparnya.
Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Agus Chusaini mengatakan bahwa program pengembangan UMKM di Bank Indonesia ada tiga program utama, pertama program pengendali inflansi, kedua program pengembangan ekonomi dan UMKM dan program ketiga Wirausaha Bank Indonesia [WUBI].
“Untuk program WUBI mencari UMKM binaan yang potensial dan unggulan di kalbar melalui pendampingan selama 3 tahun dan INKUBBI merupakan program WUBI yang saat ini kegiatan yang kita lakukan,” ujarnya.
Adapun peserta yang mengikuti sebanyak 25 peserta UMKM dari Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau dan Kota Pontianak dari total 131 UMKM yang mendaftarkan sebagai peserta INKUBBI.






