Koleksi Uang Kertas Jadul, Harta Karun Tak Ternilai Pelatih Atletik di Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) – Marsupandi adalah Kepala Seksi Pemerintahan di Kelurahan Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur.
Mantan atlet atletik bertabur medali ini, kini menekuni hobi olahraganya sebagai Tim Pelatih PASI Kabupaten Mempawah.
Namun siapa sangka, ia juga punya koleksi berbagai uang kertas jaman dulu (jadul).
Mulai dari uang Belanda, Jepang, Timor Portugis, Bung Karno dan uang Rupiah.
Saat ditemui di kediamannya, Jalan Gusti M. Taufik RT. 019/RW. 006 Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Marsupandi langsung mengeluarkan uang jadul yang telah dikoleksi sejak tahun 1973.
“Ketika tahun 1973 itu, saya masih duduk kelas III sekolah dasar. Uang ini diberikan almarhum kakek dan nenek, yakni Nikmat dan Halimah,” ujarnya mengenang masa lalu, Minggu (3/10/2021).
Uang jadul itu diberikan kepada Marsupandi, karena oleh pemerintah sudah tak dianggap tak berlaku lagi.
Oleh Marsupandi kecil, dijadikan sarana untuk bermain bersama teman-temannya.
Bahkan, ada uang itu yang telah dibakar dan dibuang karena fisiknya robek, maupun dianggap tak mungkin bisa dipergunakan lagi.
Masyarakat Mempawah kala itu, tak pernah berpikir jika di masa depan, uang-uang jadul ini bakal bernilai tinggi bagi para kolektor nasional.
“Sebenarnya koleksi uang lama ini sangat banyak. Segepok dan saya ikat dengan karet gelang. Tapi akhirnya tinggal sedikit, karena sebagian besar telah saya hadiahkan untuk kawan-kawan saya yang minta,” jelas dia.
Bagi Marsupandi yang tahun depan akan memasuki masa pensiun sebagai ASN Pemkab Mempawah, uang jadul yang tersisa 17 lembar itu tetap disimpan sebagai kenang-kenangan.
“Uang ini adalah harta karun yang membuat saya seketika teringat masa lalu. Suatu masa yang ceria bersama almarhum bapak dan ibu maupun kakek-nenek saya,” ujarnya.
Seluruh uang jadul yang dikoleksinya, kini disimpan hati-hati dalam sebuah dompet kulit khusus. Sebulan sekali, diseterika dan dibersihkan agar tak dirusak oleh rayap.
Lalu bagaimana jika ada kolektor yang berminat membelinya? Marsupandi menjawab, dirinya terbuka untuk dihubungi.
“Jika nilainya cocok, boleh lah saya lepas,” ungkap dia.
Adapun uang yang dimiliki Marsupandi terdiri atas;
- Uang Bung Karno Satu Rupiah tahun 1964
- Uang Timor yang dikeluarkan Pemerintah Portugis 1963
- Uang 25 Rupiah tahun 1958
- Uang Belanda Tien Gulden
- Uang Singapore 1 Dollar
- Uang Jepang Dai Nippon Teikoku Seihu 10 Rupiah yang diperkirakan tahun 1942-1943
- Uang 2,5 Rupiah tahun 1956
- Uang 10 Sen RI tahun 1964
- Uang Satu Rupiah tahun 1968
- Uang 5 Rupiah tahun 1959
- Uang 2,5 Rupiah tahun 1961
- Uang 25 Rupiah tahun 1959
- Uang 100 Rupiah tahun 1958
- Uang 100 Rupiah 1959
- Uang 10 Rupiah 1958
- Uang 10 Rupiah 1959
- Dan Uang Satu Rupiah 1961.






