14 Kapal Hilang di Perairan Kalbar, Helikopter Diterjunkan
Pontianak (Suara Kalbar)- Akibat cuaca ekstrem beberapa waktu lalu 14 kapal nelayan yang tengah mencari ikan tenggelam, musibah ini mengakibatkan dua korban meninggal dunia dan sejumlah awak kapal masih dalam upaya pencarian Tim SAR Gabungan.
14 kecelakaan kapal tersebut terjadi di tiga lokasi berbeda yang pertama di Muara Jungkat, Muara Kubu dan perairan Muara Pemangkat, Kalimantan Barat ke-14 kapal ini terdiri dari 12 kapal ikan dan dua kapal tugboat.
Polda Kalimantan Barat, membuka posko ante mortem dvi, posko tersebut untuk mengidentifikasi bagi korban yang meninggal,jika tanda kartu pengenal atau properti tidak didapati pada korban.
“Kami menyiagakan pos identifikasi di KSOP Pontianak, guna memudahkan masyarakat untuk mencari tahu keberadaan keluarganya yang ikut dalam 14 kapal yang hilang,” ujar AKBP drg Josep Hinting, Kepala RS Bhayangkara Pontianak.
Sementara itu, helly Super Puma milik Lanud Supadio Pontianak diberangkatkan guna melakukan penyisiran udara di area pencarian tenggelamnya delapan kapal nelayan yang tersisa di sekitar perairan muara Jungkat, Jumat (16/7/2021).
Kepala Kantor SAR Pontianak Yopi Haryadi mengatakan penambahan unsur udara dalam pencarian kali ini untuk mempercepat penemuan korban.
“Kami berkoordinasi dengan lanud supadio dan telah memberangkatkan helly super puma untuk melakukan pencarian dengan udara dengan daerah penyisiran seluas 100 nautical mile hal ini guna mempercepat penemuan korban,”jelasnya.
Yopi menambahkan untuk di air dilakukan dengan empat sektor pencarian.” Sementara di air kami (Tim SAR Gabungan) membagi pencarian ke dalam empat sektor dengan luas pencarian 1.360 nautical mile,”imbuhnya.





