SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Begini cara Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang merawat keberagaman

Begini cara Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang merawat keberagaman

Ketua AJI Pontianak Dian Lestari bersama Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Wakil Wali Kota Irwan

Singkawang (Suara Kalbar) -Membangun dan merawat harmoni dalam keberagaman gampang-gampang susah. Betapa tidak, keberagaman suku, agama, budaya, ras dan golongan yang menjadi entitas dalam kelompok sosial masyarakat itu sering dijadikan isu perpecahan bahkan hingga pada konflik horisontal.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Irwan memiliki cara khusus merawat keberagaman di derah itu. Dalam diskusi singkatnya bersama sejumlah jurnalis di Singkawang, wali kota perempuan pertama beretnis Tionghoa itu mengaku menerapkan pola pendekatan kemasyarakatan berkeadilan tanpa sekat dan pandang bulu. Membangun jejaring dengan kelompok masyarakat dari semua kalangan di daerah itu terus dilakukan.

“Tokoh agama dan tokoh masyarakat para pemuda para pimpinan lembaga kami ajak bersama-sama ikut menjaga dan merawat kebersamaan dalam sejumlah program kegiatan kemasyarakatan,” kata Wali Kota Singkawang Ny Tjhai Chui Mie, Senin (24/9/2018) saat menerima kunjungan peserta Festival Media 2018.

Bersama para tokoh agama yang tergabung dalam forum komunikasi umat beragama (FKUB) serta tokoh masyarakat dan kaum muda, pemerintah mendialogkan sejumlah isu keberagaman yang taktis namun praktis.

Kegiatan-kegiatan beraroma nasionalisme terus digalakkan di sejumlah level dan kelompok kemasyarakatan. Dengan begitu lanjut mantan Ketua DPRD Singkawang itu, masyarakat hanya akan melihat sebuah kebersamaan dan harmoni dalam kesatuan negara yang sama dan tidak lagi berpikir soal primordialisme sempit masing-masing kelompok.

 “Prinsipnya kepada masyarakat kami berikan pemahaman bahwa Indonesia ini merdeka atas perjuangan semua kalangan dari semua suku, agama, etnis, budaya dan golongan dengan demikian nilai kebangsaan dalam nasionalisme itu benar-benar ditanam dalam setiap pikiran dan rasa masyarakat,” katanya yang didampingi Wali Wali Kota Irwan.

Politisi PDIP ini bahkan mengungkap kesuksesannya memangkas paham primordialisme dan unsur SARA saat bersama pasangannya Irwan berjibaku memenangi pemilihan wali kota dan wakil wali kota 2017 silam.

“Yang kami tawarkan saat kampanye adalah program yaitu tetap merawat keberagaman menciptakan harmoni dalam keberagaman etnis, agama dan budaya serta harmoni kerakyatan handal mencapai kemandirian,” katanya tegas.

Selain itu lanjut dia, aksi bersama menumpas informasi hoaks yang beredar luas melalui media sosial juga masif dalalukan. Masyarakat diimbau untuk memguji kebenaran informasi yang diperoleh sebelum dibagikan ke grup media yang lain. Karena jika tanpa langkah pengujian itu maka informasi yang disebar itu bisa mungkin akan menjadi pemicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

 “Jika hoaks bisa dikendalikan maka kedamaian akan terwujud dengan begitu keamanan daerah akan terjaga dan akan berdampak investasi bagi kemakmuran masyarakat,” katanya menerangkan.

Sementara Wakil Wali Kota Singkawang Irwan mengaku sangat bersyukur bisa dipilih mendampingi wali kota yang adalah seorang pekerja keras dan sangat memiliki visi merawat keberagaman dalam konteks nasionalisme. Bekas abdi negara di jajaran eksekutif itu mengaku punya banyak ceritera tentang menjaga dan merawat keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Singkawang sejak awal mendampingi wali kota menjalankan pemerintahan 11 bulan ini. Sejumlah even budaya dan even bernuansa agama telah dilakukan sebagai langkah konkrit merawat keberagaman itu.

“Kami gelar ramadan fair sejak hari pertama puasa hingga lebaran sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kami pemerintah kepada semua agama. Aksi sama juga akan kami lakukan di semua even keagamaan dan budaya yg ada di Singkawang,” katanya.

Di titik itulah, kata mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Barat itu, masyarakat akan merasa memiliki kesetaraan dan sama merasa memiliki daerah yang disebut Singkawang itu.

 “Kecintaan masyarakat atas Singkawang akan jauh melampaui semua kepentingan sempit bernuansa Sara dan primordial,” kata Ketua Partai Hanura Kota Singkawang itu.

Dia berharap media sebagai ujung tombak dan pilar demokrasi Indonesia bisa mengimplementasikan fungsinya secara bertanggung jawab agar kondusifitas masyarakat Singkawang tetap terawat. “Kalau keamanan terus terjaga maka peningkatan kesejahteraan masyarakat akan berangsur meningkat,” tutupnya.

Penulis: Rilis

Editor: Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play