Nilai ekspor dan impor Kalbar menurun

Pontianak(Suara Kalbar)-Nilai ekspor Kalimantan Barat pada Desember 2018 mencapai US$ 79,56 juta atau turun 18,64 persen dibanding November 2018.
Sementara nilai impor Kalimantan Barat Desember 2018 mencapai 35,09 juta, turun 12,70 persen dibanding November 2018.
Kepala BPS Kalbar, Pitono menjelaskan jika nilai ekspor Kalbar Desember 2018 turun 18,64 persen dibanding November 2018 yaitu dari US$97,79 juta menjadi US$79,56 juta.
“Bahan Kimia Anorganik (HS28), Bijih, Kerak, dan Abu Logam (HS26) serta Kayu, dan Barang dari Kayu (HS44), merupakan tiga komoditi unggulan ekspor Kalbar pada Desember 2018, yaitu masing-masing berkontribusi 34,57 persen, 33,92 persen, dan 11,22 persen,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (6/2/2019).
Menurutnya Tiongkok, India dan Jepang merupakan tiga negara tujuan ekspor Kalimantan Barat terbesar pada Desember 2018, masing-masing mencapai nilai ekspor US$41,21 juta, US$15,02 juta dan US$9,46 juta dengan kontribusi US$65,69 juta atau 82,57 persen.
“Tujuan ekspor Kalbar Desember 2018 masih didominasi negara Asia yaitu dengan kontribusi 96,16 persen, sedangkan kontribusi nilai ekspor ke negara tujuan utama lainnya seperti Argentina dan Finlandia sebesar 1,71 persen serta 2,13 persen ke negara tujuan lainnya,” jelasnya.
Terkait bahan Kimia Anorganik (HS28), Bijih, Kerak, dan Abu Logam (HS26) serta Kayu, dan Barang dari Kayu (HS44), Pitono menjelaskan merupakan tiga komoditi unggulan ekspor Kalimantan Barat Desember 2018, yaitu masing-masing berkontribusi 34,57 persen, 33,92 persen, dan 11,22 persen.
“Ketiga golongan barang ini menyumbang 79,71 persen dari total nilai ekspor Kalbar,” tuturnya.
Kontribusi tiga komoditi unggulan berikutnya yaitu Lemak & Minyak Hewan/ Nabati (HS15), Karet dan Barang dari Karet (HS40), serta Ampas/Sisa Industri Makanan (HS23) masing-masing 8,37 persen, 5,36 persen dan 3,40 persen. Ketiga golongan ini memberi kontribusi 17,13 persen dari total ekspor Kalbar atau US$13,63 juta.
“Pada Desember 2018, ekspor dari sepuluh golongan barang (HS 2 dijit) memberikan
kontribusi 99,06 persen terhadap total nilai ekspor Kalbar,” katanya.
Dari sisi pertumbuhan, Pitono mengakui bahwa ekspor sepuluh golongan barang tersebut turun 18,40 persen terhadap November 2018, yaitu dari US$96,59 juta menjadi US$78,82 juta.
“Tiongkok, India dan Jepang merupakan tiga negara tujuan ekspor Kalimantan Barat terbesar pada Desember 2018, masing-masing mencapai nilai ekspor US$41,21 juta, US$15,02 juta dan US$9,46 juta dengan kontribusi US$65,69 juta atau 82,57 persen,” urainya.
Bila dibandingkan Bulan November 2018, untuk ekspor Kalbar ke India dan Jepang mengalami penurunan masing-masing 25,72 persen dan 6,85 persen. Sedangkan ekspor ke negara Tiongkok mengalami peningkatan 25,53 persen.
“Ekspor Kalbar di sembilan negara tujuan utama pada Desember 2018 mengalami penurunan 18,94 persen dibanding bulan November 2018, yaitu dari US$96,07 juta menjadi US$77,87 juta,” pungkasnya.
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor. : Kundori





