Banjir bandang di Batang Belian hanyutkan ternak warga
![]() |
| Banjir bandang terjang Batang Belian Ketapang |
Ketapang (Suara Kalbar) – Banjir Bandang di Dusun Batang Belian, Desa Karya Baru, Kecamatan Marau Ketapang terjadi akibat intesitas curah hujan yang cukup tinggi selama 2 hari sejak Kamis (28/2) hingga Jumat (1/3).
Pantauan SuaraKalbar.co.id, banjir menggenangi hampir semua ruas jalan dan beberapa rumah ini diperkirakan setinggi 1 meter lebih Sabtu ( 2/3 )
Salah satu warga setempat, Bria saat di dimintai keterangannya mengatakan bahwa banjir yang terjadi sempat mencemaskan seluruh warga karna sudah lama tidak terjadi banjir sebesar ini.
“Pernah terjadi pada tahun 1991 itu pun tidak sebesar ini, memang biasa juga terjadi banjir namun hanya sebatas menggenangi ruas jalan yang rendah tidak sampai kedalam rumah”. Ujarnya.
Bria juga memperkirakan kerugian yang dialami warga kurang lebih puluhan juta rupiah karna kurang lebih 20 ekor ternak babi warga mati dan beberapa perabotan hanyut terbawa arus banjir. Tidak ada korban jiwa dalam banjir ini karna warga bersama sama saling bantu mengevakuasi warga yang terendam banjir dan mengungsi ke tempat warga yang rumahnya berada di dataran yang lebih tinggi.
Pada saat banjir terjadi air sangat keruh, menurut Bria kondisi ini diperkirakan akibat hutan disekitar perkampungan merupakan lokasi aktivitas galian tambang bauksit, sehingga air bercampur lumpur hanyut ke sungai di perkampungan warga Batang Belian.
Ia berharap agar pemerintah dan perusahaan yang terlibat dalam usaha pertambangan ini lebih mempertimbangkan dampak negatif pada lingkungan disekirarnya.
“Ini menjadi dilema, banyaknya kepentingan termasuk bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat namun disisi lain lingkungan menjadi rusak, hendaknya ada upaya bagaimana aktivitas penggalian lebih ramah lingkungan sekaligus pengembalian kondisi hutan misalnya dengan reboisasi secara nyata,” keluhnya
Melihat kondisi saat ini, banjir sedikit berkurang karna dari pagi tadi tidak turun hujan.”Semoga cuaca membaik lah,” harap Bria.
Penulis: Jansen
Editor: Kundori





