SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Gelar Konsultasi Publik, BTL Hadirkan Tim IPB

Gelar Konsultasi Publik, BTL Hadirkan Tim IPB

Kegiatan konsultasi publik digelar oleh PT. BTL-ASP pada Rabu (9/10/2019) dengan menghadirkan Tim Bioref Center Fakultas Kehutanan IPB. [Foto: PT. BTL]

Sanggau (Suara
Kalbar)
– Kegiatan Konsultasi Publik yang digelar PT. Bumi Tata Lestari–ASP tentang
High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) atau Nilai Konservasi
Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT) digelar di Gedung Aula Kantor
Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau pada Rabu (9/10/2019) pagi. 

Kegiatan tersebut
menghadirkan Tim Bioref Center Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
(IPB) sebagai lembaga yang dipercaya perusahaan sawit itu untuk melakukan
kegiatan konsultasi publik.

Pimpinan PT.
BTL, Yacobus Ratu Anik menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama
pemerintah daerah sehingga PT. BTL masih eksis berusaha di wilayah ini. 

“Kami terus
meminta dukungan dari semua pihak agar PT. BTL dapat terus berkembang yang
dibuktikan dengan dimulainya pembangunan Pabrik Kelapa Sawit. Konsultasi Publik
yang kami lakukan yakni mendengarkan paparan terkait standarisasi perkebunan
yang dilakukan oleh IPB Bogor yang merupakan bagian dari PT. BTL untuk menerima
masukan dari semua pihak,” katanya.

Yacobus juga
menegaskan bahwa perusahaan BTL akan melaksanakan kewajibannya sesuai dari
hasil kajian dari tim IPB

Perwakilan
Tim Bioref Center, Ahmad Faisal Siregar menyebutkan bahwa tim terlebih dahulu
telah melakukan preasesment pada 11 Januari hingga 20 Februari 2018, Full
asesment tanggal 14 Januari hingga 26 Agustus 2018 dan Konsultasi publik 9
Oktober 2019. 

Dikatakannya,
perusahaan perkebunan dituntut untuk melakukan pengelolaan perkebunan secara
berkelanjutan baik ISPO, RSPO, ISCC dan lainnya. maka NKT dan SKT merupakan
salah satu alat untuk memastikan pengelolaan perkebunan secara berkelanjutan
tersebut. 

“Acuan dalam
identifikasi NKT-SKT, yakni bantuan umum identifikasi nilai konservasi tinggi,
panduan umum pengelolaan dan pemantauan nilai konservasi tinggi, konsersium
revisi HCV toolkit Indonesia, Panduan identifikasi kawasan bernilai konservasi
tinggi di indonesia, Pedoman penilaian integritas HCV-HCS, HCVRN dan Panduan
pendekatan stok karbon tinggi,” jelasnya.

Kepala Dinas
Perkebunan dan Perternakan Kabupaten Sanggau, Syafriansyah mengatakan bahwa isu
yang paling diperhatikan oleh semua pihak adalah tentang isu lingkungan, maka
pihaknya sangat mengapresiasi PT. Bumi Tata Lestari yang dapat melaksanakan
kegiatan ini, karena penekanan dalam konsultasi publik adalah adanya komitment
PT. BTL didalam membangun perkebunanan dengan memperhatikan dampak
lingkungan. 

“Karena kegiatan ini sangat
penting makanya saya memutuskan untuk datang dan mendengarkan secara langsung
kegiatan ini. Kegiatan ini bukan hanya untuk mengikuti dan mematuhi aturan
tetapi ada niat baik dari kita untuk mengelola perkebunan sesuai kaidah-kaidah
yang berlaku. Semoga kegiatan ini dapat menjadi pelopor bagi perusahaan lain
yang ada di kabupaten sanggau,” terangnya.

Penulis: Humas PT. BTL

Editor: Hadi Lelono

Komentar
Bagikan:

Iklan