Yandi : Harjad Kota Pontianak Setiap Tahunnya Membosankan dan Kurang Inovatif
![]() |
Pontianak (Suara Kalbar) – Kota Pontianak memasuki usia ke- 248 Tahun. Setiap tahun meski melakukan pembenahan, Kota Pontianak terus melakukan perubahan terutama dalam melaksanakan good government, meski tak sedikit anugrah serta beberapa penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Pontianak disetiap tahunnya.
Hari ini, sama akan halnya kegiatan yang dilakukan sebelumnya, setiap hari jadi, Pemkot Pontianak memperingati Hari lahirnya dengan rangkaian kegiatan yang juga melibatkan masyarakat luas termasuk rekor MURI dalam menggunakan baju kurung terbanyak dan senam jepin terbanyak yang dilakukan di Taman Alun-alun Jalan Rahadi Usman Kota Pontianak.
Meski menyedot ribuan orang, hal tersebut dianggap membosankan oleh Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi Chow.
“Membosankan karena setiap tahun acaranya sama, itu-itu saja, tidak ada peningkatan dan tidak ada gebrakan yang luar biasa,” tegasnya kepada suarakalbar, Rabu (23/10/2019).
Menurut Anggota DPRD dari Partai Hanura ini, seharusnya Pemkot Pontianak bisa terus berinovasi disetiap tahunnya dan tidak menyelenggarakan acara yang sama disetiap hari Ulang tahun.
“Harusnya Ulang tahun ini spesial diselenggarakan tentu dengan inovasi yang berbeda tidak saja monoton terus menerus, saya saja bosan apalagi warga. Seharusnya setingkat Pemkot bisa menyelenggarakan event yang melibatkan semua sektor sehingga dapat menarik wisatawan lokal dan mancanegara,” tuturnya.
Yandi juga menyayangkan Pemkot Pontianak yang tidak mau melihat sesuatu yang baru sehingga selain monoton dan biasa-biasa saja, acara tahunan menjadi hal yang dianggap pria vegetarian itu menjadi hal yang sangat membosankan.
“Kenapa tidak mengadakan hal yang lebih menyentuh kesemua lini, inikan dibuat hanya sebatas seremonial jangan sampai tidak ada saja acara. Seharusnya tidaklah dunia, secara nasional saja mata menuju ke Kota Pontianak harusnya, inikan tidak, sesuatu yang ditunggu-tunggu momennya,” jelasnya.
Iapun berharap ditahun depan, Pemkot Pontianak dapat mengemas momen tahunan ini menjadi hal baru yang dapat menarik seluruh masyarakat tidak saja masyarakat Pontianak tetapi juga dunia.
“Kata Presiden jangan terjebak pada hal hal yang bersifat Monoton, harusnya Pemkot bisa menerjemahkan itu,” harapnya.
Selain menyayangkan Hari Jadi Kota Pontianak yang kurang inovatif, ia mengakui meski sebagai Wakil rakyat ia sama sekali tak mendapatkan undangan hingga tak menghadiri acara yang dianggap sakral bagi warga Pontianak itu.
“Ini acara besar saya tidak diundang jadi dengan terpaksa saya tidak hadir,” katanya menyesalkan.
Sementara itu salah satu warga Kota Pontianak, Indra mengakui hal yang sama.
“Mungkin ramai acaranya tetapi itu-itu saja disetiap tahunnya saya rasa masyarakat bosan juga,” urainya.
Warga Sungai Jawi Luar inipun mengakui jika seharusnya acara tahunan menjadi milik warga Pontianak yang ditunggu-tunggu tidak saja oleh pelajar dan pegawai Kota Pontianak.
“Acara tahunan inikan yang sibuk hanya pelajar, pegawai dan pengisi acara, tapi tidak secara menyeluruh mengajak masyarakat merayakan. Semoga tahun depan ada gebrakan baru yang juga bisa buat masyarakat Kota Pontianak bangga menjadi warga Pontianak,” pungkasnya.
Penulis : Dina Wardoyo
Editor : Kundori






