SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News BPJS hutang 3 Milyar ke RSUD MTh. Djaman Sanggau?ini Penjelasannya

BPJS hutang 3 Milyar ke RSUD MTh. Djaman Sanggau?ini Penjelasannya

Ilustrasi BPJS Kesehatan.[Net]

Sanggau (Suara Kalbar) – BPJS Kesehatan menunggak sekitar 3 milyar kepada RSUD MTh. Djaman,Kabupaten Sanggau

Hal itu dikatakan Direktur RSUD MTh. Djaman, dr. Edy Suprabowo bahwa dalam beberapa bulan terakhir, BPJS mempunyai tunggakan yang mestinya harus diselesaikan.

“Untuk pembayaran terakhir dilakukan di bulan Juli 2019, Artinya ada dua bulan yang kita ajukan klaim tapi belum dibayarkan yaitu sekitar Rp 3 milyar,” .ujar direktur RSUD MTh. Djaman dr. Edy Suprabowo saat diwawancarai suarakalbar.co.id,Kamis (2/1/2020).

Meski demikian,  Edy mengaku tidak terlalu berdampak secara langsung. Hal itu karena RSUD tetap dibayarkan sesuai aturan.

Namun, keterlambatan pembayaran akan berdampak pada peserta BPJS itu sendiri, termasuk para perawat dan dokter.

“Terutama untuk membayar obat, makan minum pasien, jasa medis yang juga pasti terhambat kalau terjadi keterlambatan pembayaran oleh pihak BPJS,” ungkap Edy.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Sintang, Yuliana Fitri saat dikonfirmasi via telpon membenarkan bahwa pembayaran untuk RSUD MTh. Djaman terakhir pada bulan Juli 2019.

Sementara untuk bulan Agustus September sudah diklaim tapi belum dibayarkan karena sedang dalam proses verifikasi dan kelengkapan berkas.

“Jadi kita juga mengacu pada first in – first out. Artinya, rumah sakit yang mengajukan duluan yang akan diproses. Untuk diketahui bahwa untuk kantor cabang Sintang sendiri menangungi lima Kabupaten dengan 11 rumah sakit sehingga kami menerapkan sistem first in – first out,” terangnya.

Berdasarkan regulasi yang ada, lanjut Fitri, keterlambatan pembayaran akan berkonsekuensi denda.

“Sesuai perjanjian kerjasama, karena terhitung 15 hari sejak klaim masuk jika tidak dibayarkan maka kami bisa dikenakan denda dan harus membayar ke pihak Rumah Sakit sebesar 1 persen.

Untuk diketahui MTh. Djamam urutan ke empat dari 11 rumah sakit yang ada dan yang mengajukan klaim, ” pungkasnya.

Penulis : Tim Liputan/Dar

Editor : Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan