Kelompok Tani di Landak dilatih Tanam Kakao Organik
![]() |
| Kelompok Tani Kakao di desa Rabak Kab Landak |
Landak (Suara Kalbar) – Yayasan Solidaridad Indonesia berkerjasama bersama Pemerintah Kabupaten Landak dalam pengembangan budidaya kakao yang mana acaranya dilaksanakan di desa Rabak, Kecamatan Sengah Temila, pada Senin (27/01/2020).
Rencana pembudidayaan yang akan dilaksanakan adalah kakao organik.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa sangat mendukung program kerjasama dengan yayasan Solidaridad Indonesia.
“Pemerintah Kabupaten Landak menyiapkan bibit kakao yang berkualitas, kemudian pihak Solidaridad membantu pada bagian pembinaan dan pelatihan”, ujar Bupati Landak.
Senior Advisor Yayasan Solidaridad Indonesia, Gusti Muhammad Hatta mengatakan, Solidaridad memberikan bimbingan kepada petani di Kalimantan Barat tidak hanya di kabupaten Landak, tetapi juga 6 kabupaten lainnya.
“Di Kalimantan barat ini ada 7 kabupaten yang kami dampingi, baik itu kelapa sawit, karet, kakao dan lainnya,”katanya.
Kakao dipilih karena komoditas ini menempati nomor 3 terbesar atas permintaan pasar International. Selain itu juga, kondisi alam kabupaten Landak cocok untuk budidaya tanamam ini.
“Selain untuk memenuhi kebutuhan ekspor, penanaman kakao secara organik diharapkan dapat memberikan perbaikan terhadap lahan, lingkungan dan kesehatan”, ujarnya.
Dalam pertemuannya dengan masyarakat, I Nyoman selaku Sekretaris Yayasan Solidaridad Indonesia juga menambahkan bahwa penanaman secara organik yaitu budidaya tanpa menggunakan pupuk dan pestisida kimia.
“Petani organik seharusnya punya ternak, sehingga kotorannya dapat dijadikan sebagai pupuk organik untuk tanaman kakao”, tambah I Nyoman.
Dia juga mengatakan kakao perlu perawatan yg luar biasa dengan jarak tanam (3 x 3) meter, serta harus punya tanaman pelindung.
Untuk kedepannya pihak Yayasan Solidaridad akan memberikan pelatihan kepada perwakilan kelompok tani untuk membuat pupuk dan pestisida secara organik. Pihak yayasan juga akan membantu dalam memperluas jaringan pemasaran dari hasil kakao yang dihasilkan.
Penulis: Ipik
Editor: Kundori





