SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Nvidia Luncurkan AI Pendeteksi Video Deepfake, Bisa Kenali Manipulasi dalam 22 Milidetik

Nvidia Luncurkan AI Pendeteksi Video Deepfake, Bisa Kenali Manipulasi dalam 22 Milidetik

Ilustrasi deepfake (goodtimes)

Suara Kalbar – Nvidia memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terbaru bernama Synthetic Video Detector, sebuah sistem yang mampu mendeteksi video deepfake atau hasil manipulasi AI hanya dalam waktu sekitar 22 milidetik. Teknologi ini digadang-gadang menjadi senjata baru untuk membantu memerangi penyebaran misinformasi di era AI generatif.

Nvidia menjelaskan, teknologi tersebut dirancang untuk membantu ruang redaksi, stasiun penyiaran, perusahaan, hingga organisasi lain memverifikasi keaslian video sebelum dipublikasikan atau disebarluaskan.

“Tujuannya bukan menggantikan proses pemeriksaan fakta atau analisis forensik, melainkan menambah lapisan verifikasi agar organisasi lebih yakin terhadap keaslian video,” tulis Nvidia, dikutip dari Digital Trends, Rabu (22/7/2026).

Mampu Mendeteksi Deepfake Secara Real Time

Kemajuan teknologi AI generatif membuat pembuatan video palsu semakin mudah dan realistis. Mulai dari pidato politik, video selebritas, hingga tayangan berita dapat direkayasa sedemikian rupa sehingga sulit dibedakan dari rekaman asli.

Melalui Synthetic Video Detector, Nvidia menghadirkan sistem yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam alur kerja perusahaan tanpa harus membangun platform moderasi baru.

Teknologi ini bekerja dengan menganalisis video secara frame demi frame, kemudian menghitung tingkat probabilitas untuk menentukan apakah sebuah video merupakan rekaman asli atau hasil manipulasi AI.

Pada perangkat yang menggunakan kartu grafis Nvidia RTX, sistem tersebut diklaim mampu memproses video beresolusi Full HD (1080p) hanya dalam waktu sekitar 22 milidetik, sehingga proses verifikasi dapat dilakukan secara real time atau hampir tanpa jeda.

Akurasi Capai 92 Persen

Selain mengedepankan kecepatan, Nvidia juga mengklaim Synthetic Video Detector memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam mendeteksi video hasil manipulasi.

Pada video tanpa kompresi, akurasi sistem disebut mencapai 92 persen. Namun, performanya akan menurun ketika video telah mengalami proses kompresi.

Untuk video dengan tingkat kompresi sekitar 15 persen, tingkat akurasinya turun menjadi 87 persen. Sementara pada video yang dikompresi hingga 50 persen, akurasi sistem masih berada di kisaran 82 persen.

Kompresi Video Jadi Tantangan

Nvidia mengakui kompresi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mendeteksi video deepfake.

Pasalnya, berbagai platform media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Instagram secara otomatis mengecilkan ukuran file video yang diunggah pengguna. Proses tersebut dapat menghilangkan detail visual penting yang selama ini menjadi petunjuk utama dalam mengidentifikasi manipulasi berbasis AI.

Meski demikian, Nvidia menilai teknologi ini tetap dapat menjadi lapisan verifikasi tambahan bagi organisasi yang membutuhkan proses autentikasi video secara cepat.

Seiring meningkatnya kemampuan AI generatif menghasilkan video yang semakin realistis, kehadiran teknologi pendeteksi deepfake seperti Synthetic Video Detector dipandang sebagai langkah penting untuk membantu menjaga keakuratan informasi sekaligus membatasi penyebaran konten manipulatif di ruang digital.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play