Wabup Juli Tinjau Pemugaran Makam Habib Husein, Kawasan Ziarah di Sejegi Ditata Lebih Nyaman
Mempawah (Suara Kalbar) – Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Mempawah terus mendorong pelestarian warisan sejarah dan budaya melalui pembenahan kawasan cagar budaya.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pemugaran dan penataan Komplek Makam Habib Husein di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur.
Progres pemugaran kawasan bersejarah tersebut ditinjau langsung Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, Jumat (6/11/2026).
Dalam peninjauan itu, Wabup Juli didampingi Camat Mempawah Timur Ummu Rachmawati dan Kepala Desa Sejegi, Herri Gustaman.
Ia melihat secara langsung sejumlah pekerjaan yang tengah berlangsung di kawasan komplek makam.
Penataan tidak hanya menyasar area makam, tetapi juga mencakup pembenahan akses jalan di sekitarnya hingga fasilitas musala. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan para peziarah.
Wabup Juli mengatakan, pemugaran tersebut bukan semata-mata memperbaiki kondisi fisik bangunan dan lingkungan, melainkan juga menjadi bagian dari komitmen menjaga warisan sejarah agar tetap terpelihara dan dapat dinikmati generasi mendatang.
“Melalui pemugaran dan penataan ini, kita ingin memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat maupun para peziarah yang datang ke Makam Habib Husein,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pemugaran mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga bulan depan.
Menurutnya, pembenahan akses jalan dan fasilitas pendukung menjadi bagian penting dalam penataan kawasan. Dengan fasilitas yang semakin baik, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menjangkau lokasi makam untuk berziarah.
Juli pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap upaya pelestarian kawasan cagar budaya di Kabupaten Mempawah.
“Kita berterima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan pemugaran kawasan cagar budaya yang ada di Kabupaten Mempawah ini sebagai bentuk perawatan terhadap warisan sejarah yang kita miliki,” katanya.
Di sisi lain, Juli mengingatkan bahwa keberhasilan pelestarian cagar budaya tidak cukup hanya mengandalkan peran pemerintah. Kesadaran masyarakat dan para pengunjung untuk ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun juga menjadi faktor penting.
Ia berharap, setelah proses pemugaran selesai, seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan dengan baik serta dirawat secara bersama-sama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Setelah dilakukan penataan, kami berharap masyarakat dan para pengunjung ikut menjaga dan merawatnya. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun tidak dipelihara. Ini merupakan aset bersama yang harus kita jaga,” tuturnya.
Pemugaran Komplek Makam Habib Husein di Desa Sejegi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian jejak sejarah di Kabupaten Mempawah, tetapi juga menghadirkan kawasan ziarah yang lebih tertata, mudah diakses, dan nyaman bagi masyarakat.
Penulis: Tim Liputan






