Banjir Disertai Longsor Terjang Dusun Nekan Entikong, 7 Rumah Warga Tertimbun dan Dinding Roboh
Sanggau (Suara Kalbar) – Bencana banjir disertai tanah longsor menerjang Dusun Nekan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu (04/11/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Material longsor menerjang dan menimbun sebagian bangunan rumah warga hingga menyebabkan dinding rumah roboh. Berdasarkan pendataan sementara Kecamatan Entikong, terdapat 7 rumah warga yang terdampak, baik yang mengalami kerusakan fisik maupun yang berada dalam kondisi terancam akibat potensi longsor susulan.
Bencana ini dipicu hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa malam, 3 November 2026. Hujan membuat debit air meningkat dan kondisi tanah menjadi jenuh di sekitar Dusun Nekan.
“Sekitar pukul 11.00 WIB, tadi terjadi banjir yang disertai tanah longsor di wilayah tersebut. Material tanah longsor kemudian menerjang dan menimbun sebagian bangunan rumah warga,” ujar Camat Entikong Miko Martoyo, dalam laporan kejadian bencana tersebut.
Rincian 7 Rumah Terdampak:
1. rumah Yakob, Dinding rumah roboh akibat tertimpa material tanah longsor.
2. Kristina Keni, Rumah yang berada di sebelah belakang rumah Yakob turut diterjang material tanah longsor sehingga mengakibatkan dinding rumah roboh.
3. Selamet Mulyadi, Dinding rumah roboh akibat tertimpa material tanah longsor.
4. Resenin, Bangunan rumah masih aman dan belum mengalami kerusakan. Namun, kondisi tanah di sekitar rumah cukup mengkhawatirkan karena berada di dataran yang lebih tinggi dan berpotensi mengalami longsor susulan.
5. Donatus dengan Dinding rumah roboh akibat tertimpa material tanah longsor.
6. Yosep Duka, Material tanah longsor mencapai dinding rumah. Kondisi ini berpotensi membahayakan bangunan apabila terjadi hujan kembali dan material longsor terus bergerak.
7. Stepanus Lesari, Material tanah longsor telah menimbun sebagian dinding rumah.
“Kondisi tanah di sekitar lokasi kejadian masih memerlukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan. Kerugian akibat kejadian bencana tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap Camat Entikong.
Saat ini warga terdampak sangat membutuhkan bantuan bahan makanan dan logistik berupa beras, mi instan, makanan siap saji, air mineral, serta kebutuhan pangan lainnya guna memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Selain itu, diperlukan dukungan peninjauan dan asesmen dari pihak terkait terhadap kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan serta lokasi yang masih berpotensi mengalami longsor susulan, guna mengantisipasi dampak yang lebih luas apabila hujan kembali turun.
“Laporan secara rinci dan lengkap menyusul,” tutup Camat Entikong.
Hingga berita ini dibuat, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di kawasan lereng dan dataran tinggi yang rawan longsor susulan.
Penulis: Darmansyah






