Wakapolres Melawi Pesan Penting ke Sekolah: Cerdas Digital, Stop Bullying, Tertib Berlalu Lintas
Melawi (Suara Kalbar) – Perkembangan teknologi digital membawa banyak peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Menyikapi hal tersebut, Wakapolres Melawi Kompol Aang Permana turun langsung menyambangi SMA Bhakti Setya di Desa Kenual, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Senin (2/11/2026) pagi.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Waka Polres Melawi memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya membangun karakter, disiplin, kesadaran hukum, hingga kecakapan dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang kini semakin dekat dengan kehidupan pelajar.
Kompol Aang mengingatkan agar para siswa tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurutnya, AI seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, memperluas wawasan dan mengembangkan kreativitas, bukan justru digunakan untuk melakukan kecurangan akademik, plagiarisme maupun membuat konten negatif.
“Manfaatkan teknologi untuk hal-hal positif. Jadikan AI sebagai sarana pendukung untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri, bukan untuk melakukan kecurangan ataupun menyebarkan konten negatif,” pesannya.
Selain penggunaan AI, para pelajar juga diingatkan agar lebih berhati-hati dalam bermedia sosial dengan menerapkan prinsip Saring Before Sharing.
Kompol Aang menekankan bahwa tidak semua informasi yang beredar di media sosial dapat dipastikan kebenarannya. Karena itu, pelajar harus membiasakan diri memeriksa sumber dan fakta sebelum membagikan informasi.
Jangan sampai keinginan menjadi orang pertama yang menyebarkan informasi justru membuat seseorang terlibat dalam penyebaran hoaks, ujaran kebencian maupun konten yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.
Dalam kesempatan tersebut, Waka Polres Melawi juga menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang masih menjadi ancaman bagi lingkungan pendidikan.
Ia mengingatkan bahwa bullying, baik secara fisik, verbal, sosial maupun melalui media digital (cyberbullying), bukanlah bentuk candaan yang bisa dianggap sepele.
Tindakan tersebut dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis korban. Bahkan, pelaku juga berpotensi menghadapi konsekuensi hukum.
“Jadilah pelajar yang saling menghargai, memiliki empati dan tidak merendahkan sesama. Jika melihat atau mengalami perundungan, jangan takut untuk melapor kepada guru, guru BK maupun Bhabinkamtibmas,” imbaunya.
Tak hanya itu, persoalan keselamatan berlalu lintas turut menjadi perhatian. Seiring berlangsungnya Operasi Patuh Kapuas 2026, para siswa diingatkan untuk tidak menggunakan knalpot brong maupun terlibat aksi balapan liar.
Para pelajar juga diajak menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan menggunakan helm berstandar SNI, tidak kebut-kebutan, mematuhi rambu lalu lintas serta melengkapi dokumen kendaraan.
Kompol Aang menegaskan, Polres Melawi tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran penggunaan knalpot brong dan aksi balapan liar. Penindakan akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Membangun Generasi Muda Berkarakter
Melalui kegiatan Polisi Peduli Pendidikan, Polres Melawi berharap kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan dan tanggung jawab.
Edukasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga kemampuan menyaring informasi, memanfaatkan teknologi dan menjaga perilaku dalam kehidupan sosial.
“Polres Melawi berharap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari perundungan, sehingga generasi muda Kabupaten Melawi dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter serta sadar hukum, ” Jelasnya penuh harap.
Penulis: Dea Kusumah Wardhana
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






