Tradisi, Seni, dan Kuliner Berpadu, Nungkah Budaye Kaseh Sekampong Pikat Warga Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) – Suasana meriah, penuh kehangatan, dan sarat nuansa budaya mewarnai gelaran Nungkah Budaye Kaseh Sekampong 2026 di Jalan Sejati, Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Sabtu (24/10/2026) malam.
Kegiatan yang menghadirkan beragam kesenian dan tradisi lokal ini menjadi ruang kebersamaan masyarakat untuk merayakan sekaligus menjaga warisan budaya daerah.
Antusiasme masyarakat yang hadir menambah semarak acara. Berbagai rangkaian pertunjukan seni tradisional, lantunan syair, alunan biola, pantun, hingga atraksi kuliner menghadirkan suasana khas kehidupan kampung yang lekat dengan nilai kekeluargaan dan gotong royong.
Nungkah Budaye Kaseh Sekampong bukan hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga momentum mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan dalam suasana akrab.
Tradisi berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati hidangan bersama kembali dihidupkan sebagai bagian dari identitas masyarakat Kuala Secapah dan Kabupaten Mempawah.
Kegiatan turut dihadiri Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Danramil 1201-03/Mempawah Kapten Inf Buntoro yang mewakili Dandim 1201/Mempawah, Kapolsek Mempawah Timur Iptu Imran, Kapolsek Mempawah Hilir Iptu Edi Marwan, Plt. Kadis Dikporapar Reno Prawira, Kepala Desa Kuala Secapah Mawardi Azis, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, pegiat budaya, dan undangan lainnya.
Ketua Panitia Nungkah Budaye Dudung Agus Suharto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, Nungkah Budaye Kaseh Sekampong digelar sebagai upaya melestarikan dan menghidupkan kembali adat istiadat serta kebiasaan masyarakat kampung yang telah diwariskan turun-temurun.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui tradisi berkumpul dan menikmati hidangan bersama merupakan nilai penting yang perlu terus dijaga di tengah perubahan zaman.
Melalui kegiatan ini, ia berharap masyarakat semakin mencintai budaya sendiri dan menjadikan tradisi lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kemasan acara yang memadukan seni pertunjukan, tradisi, dan kebersamaan menjadi salah satu daya tarik Nungkah Budaye Kaseh Sekampong 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Srakalan dan pembukaan, dilanjutkan sambutan, Tari Nungkah Budaye dan Buang-Buang, pantun, pertunjukan syair dan biola, Tundang, Nyuik Kelapa, serta sesi Nyejukan Ati. Acara juga dilengkapi doa penutup, pemeriksaan kesehatan, dan atraksi kuliner.
Setiap rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus memberikan ruang bagi seniman untuk menampilkan kreativitasnya.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlangsungan tradisi.
Budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku seni, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah, komunitas, keluarga, dan generasi muda.
Kepala Desa Kuala Secapah, Mawardi Azis, mengapresiasi panitia, seniman, dan masyarakat yang terus berkomitmen melestarikan budaya daerah.
Ia berharap Kuala Secapah dapat terus dikenal sebagai desa yang memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal. Masyarakat, khususnya generasi muda, juga diharapkan tidak malu mempelajari dan mencintai tradisi sendiri.
Senada dengan itu, perwakilan Karang Taruna Kabupaten Mempawah, Hidayah, menilai kegiatan budaya memiliki makna lebih dari sekadar seremoni. Tradisi seperti Nungkah Budaye menjadi sarana untuk merawat warisan leluhur sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
Di tengah kemeriahan acara, Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan masyarakat yang turut menjaga keberlangsungan tradisi lokal.
Dalam sesi Nyejukan Ati, Kapolres mengungkapkan bahwa suasana kebersamaan dalam kegiatan tersebut mengingatkannya pada kampung halaman.
Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan, kedamaian, toleransi, dan tenggang rasa sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terjebak dalam informasi maupun perilaku negatif yang dapat memicu perpecahan.
Selain itu, ia mengimbau warga untuk selalu mengutamakan keselamatan berlalu lintas, menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor, dan berhati-hati di jalan.
Sementara itu, Khatib Syuriah PCNU Mempawah Rudiansyah, mengajak masyarakat memaknai tradisi sebagai warisan yang menyimpan nilai kehidupan.
Ia mengangkat filosofi kelapa dalam tradisi menyuik sebagai gambaran bahwa di balik kerasnya kehidupan, terdapat manfaat dan kebaikan yang dapat dibagikan kepada sesama.
Lebih dari sekadar kemeriahan pertunjukan, Nungkah Budaye Kaseh Sekampong 2026 menjadi ruang untuk memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap identitas daerahnya sendiri.
Melalui seni, musik, pantun, tradisi, dan kuliner, masyarakat diajak untuk kembali mengenali akar budaya sekaligus mewariskannya kepada generasi penerus.
Kegiatan ini diharapkan terus berkembang menjadi ruang kreatif bagi seniman lokal, sarana promosi kebudayaan, serta wadah perjumpaan berbagai kalangan dalam merawat keberagaman Kabupaten Mempawah.
Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, personel Polres Mempawah bersama Polsek Mempawah Hilir melaksanakan pengamanan terbuka dan tertutup.
Pengamanan dipimpin Kabagren Polres Mempawah AKP Setyadi, dengan melibatkan 26 personel Polres Mempawah.
Semarak Nungkah Budaye Kaseh Sekampong 2026 turut didukung Perkabem Mempawah, Karang Taruna Mempawah, K@’TAMB Group, AIG, PLN ULP Mempawah, Warkop Goncang Lidah, Kopi Pantun (Kopan), dan PMI Mempawah.
Penulis: Prianta
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






