Tiga Nama Mencuat Berebut Kursi Ketua DAD Melawi 2026–2031, Siapa Paling Berpeluang?
Melawi (Suara Kalbar) – Musyawarah Dewan Adat Dayak (MUSDAD) ke-IV Kabupaten Melawi direncanakan akan digelar dalam waktu dekat. Agenda penting lima tahunan ini dipastikan menjadi perhatian masyarakat adat Dayak, terutama terkait pemilihan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Melawi periode 2026–2031.
Menjelang pelaksanaan MUSDAD tersebut, tiga nama dikabarkan siap bersaing untuk memperebutkan kursi Ketua DAD Melawi. Mereka adalah Saleh Tapa, Yustinus Biang Lala, dan Hermanus.
Persaingan ketiga nama tersebut diperkirakan menjadi salah satu sorotan utama dalam forum musyawarah yang memiliki peran strategis bagi keberlangsungan organisasi adat Dayak di Kabupaten Melawi.
Ketua Panitia MUSDAD ke-IV Kabupaten Melawi, Hermanto, mengatakan bahwa MUSDAD merupakan forum tertinggi dalam menentukan kepemimpinan DAD untuk lima tahun ke depan.
“Musyawarah ini merupakan forum tertinggi untuk menentukan Ketua DAD untuk lima tahun ke depan,” ungkap Hermanto saat dikonfirmasi Jurnalis Suara Kalbar.co.id, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, peserta dan undangan dalam kegiatan tersebut meliputi unsur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DAD tingkat provinsi, kabupaten, serta kecamatan, termasuk peninjau dan peserta lainnya.
Adapun pelaksanaan MUSDAD ke-IV Kabupaten Melawi direncanakan berlangsung di Pendopo Bupati Melawi.
Mengusung Konsolidasi dan Regenerasi Kepemimpinan
MUSDAD ke-IV Kabupaten Melawi mengangkat tema “Konsolidasi dan Regenerasi Kepemimpinan Demi Kemajuan Masyarakat Adat Dayak Melawi.”
Sementara itu, subtema yang diusung adalah “Melalui MUSDAD Memperkuat Persatuan dan Membangun Regenerasi Kepemimpinan yang Berintegritas Demi Kemajuan Masyarakat Adat Dayak Melawi.”
Tema tersebut menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan untuk menjaga persatuan dan memperkuat peran DAD dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat adat Dayak di Kabupaten Melawi.
Hermanto berharap, proses musyawarah nantinya dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan pemimpin yang mampu mengemban amanah dan membawa organisasi ke arah yang lebih maju.
Menurutnya, Ketua DAD terpilih harus memiliki integritas, kejujuran, rasa tanggung jawab, serta kemampuan merangkul seluruh elemen masyarakat adat Dayak.
Selain itu, pemimpin DAD ke depan diharapkan mampu membangun komunikasi dan bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan nilai-nilai adat dan budaya Dayak.
“DAD adalah rumah besar kita dan jati diri orang Dayak,” ujarnya.
Dengan munculnya tiga nama yang dikabarkan siap bersaing, MUSDAD ke-IV menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Dayak Melawi untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi selama lima tahun mendatang.
Siapa pun yang nantinya terpilih diharapkan tidak hanya mampu menjalankan roda organisasi, tetapi juga menjaga persatuan, memperkuat identitas budaya, serta menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat adat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Kini, perhatian tertuju pada proses MUSDAD ke-IV Kabupaten Melawi: siapa yang akan mendapatkan kepercayaan untuk memimpin DAD Melawi periode 2026–2031?
Keputusan akhirnya akan ditentukan melalui mekanisme musyawarah sesuai ketentuan organisasi yang berlaku.
Penulis: Dea Kusumah Wardhana
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






