PELTI Kalbar Perkuat Pembinaan Atlet Muda di Sambas, Siapkan Regenerasi Menuju Porprov 2026
Sambas (Suara Kalbar) – Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kalimantan Barat memperkuat pembinaan atlet usia dini dan mendorong peningkatan sarana dan prasarana tenis lapangan di Kabupaten Sambas. Langkah ini dilakukan untuk mengembangkan potensi atlet daerah sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum PELTI Kalbar, Ny. Erlina Ria Norsan, saat kegiatan silaturahmi dan pembinaan organisasi PELTI kabupaten/kota di Lapangan Tenis PELTI Kabupaten Sambas, Selasa (13/10/2026).
Erlina mengatakan, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan, terarah, dan terukur. Selain program latihan yang konsisten, ketersediaan fasilitas olahraga yang memadai juga menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan kemampuan atlet, khususnya kelompok usia dini.
“Pembinaan yang terarah harus didukung fasilitas latihan yang memadai. Dengan demikian, potensi atlet usia dini dapat dikembangkan sejak awal dan dipersiapkan untuk meraih prestasi,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap peningkatan sarana dan prasarana tenis lapangan di Kabupaten Sambas. Dengan fasilitas yang lebih memadai, kegiatan latihan diharapkan berjalan optimal sehingga atlet memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi.
Persiapan Menuju Porprov Kalbar 2026
Menghadapi Porprov Kalbar yang dijadwalkan berlangsung pada 15–20 November 2026, Erlina menekankan pentingnya kesiapan atlet melalui pembinaan di masing-masing kabupaten dan kota.
Menurutnya, pembinaan di daerah menjadi bagian penting dalam menyiapkan atlet yang mampu bersaing pada ajang olahraga tingkat provinsi. Karena itu, penguatan organisasi, peningkatan kualitas latihan, dan penyelenggaraan kompetisi perlu berjalan beriringan.
Sejak kepengurusan PELTI Kalbar dilantik pada 8 November 2025, sejumlah program telah dilaksanakan untuk mendukung pengembangan tenis lapangan. Program tersebut meliputi Kejuaraan PELTI Cup I dan II, pelatihan pelatih tenis, serta kerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (Untan).
Kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepahaman tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan pendidikan jasmani dan olahraga serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang tenis lapangan.
PELTI Kalbar juga merencanakan pengiriman atlet kelompok umur untuk mengikuti turnamen tingkat nasional yang diakui PELTI pada November 2026. Sementara itu, Pertandingan Tenis Piala Gubernur direncanakan digelar pada Desember 2026 sebagai bagian dari agenda kompetisi dan pemantauan atlet untuk persiapan Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON).
Turnamen Harus Beri Ruang bagi Atlet Usia Dini
Untuk memperkuat pembinaan hingga tingkat kabupaten/kota, Erlina mengingatkan klub dan komunitas tenis agar berkoordinasi dengan pengurus PELTI setempat ketika menyelenggarakan turnamen.
Ia juga mendorong agar kompetisi tenis menyediakan kategori kelompok umur 10, 14, 16, dan 18 tahun. Kategori tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada atlet muda untuk memperoleh pengalaman bertanding, mengasah kemampuan, dan berkembang melalui pembinaan berjenjang.
Penyelenggaraan kompetisi kelompok umur dinilai penting untuk mendukung proses regenerasi atlet sekaligus membantu pengurus memantau perkembangan dan potensi pemain di daerah.
Melalui penguatan organisasi, pembinaan atlet sejak usia dini, kompetisi yang terarah, serta dukungan sarana dan prasarana olahraga, PELTI Kalbar berharap perkembangan tenis lapangan di seluruh kabupaten/kota semakin optimal.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan atlet menghadapi Porprov Kalbar 2026, tetapi juga menjadi fondasi untuk melahirkan atlet tenis berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






