Senyum Warga Jelandang Saat Layanan Kesehatan dan Pendidikan PT BAI Menyapa Kampung Mereka
Mempawah (Suara Kalbar) – Keterbatasan akses dan jarak yang jauh tak lagi menjadi penghalang bagi warga Dusun Jelandang, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan perhatian pendidikan.
Pada Selasa (13/10/2026), suasana SDN 22 Sungai Kunyit tampak berbeda dan dipenuhi antusiasme warga yang hadir dalam kegiatan Bakti Sosial dan Cek Kesehatan Gratis hasil kolaborasi PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) bersama UPT Puskesmas Sungai Kunyit.
Rangkaian kegiatan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat umum, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk anak-anak sekolah, serta penyerahan bantuan apresiasi kepada para siswa SDN 22 Sungai Kunyit sebagai bentuk motivasi belajar.
Officer CSR PT BAI, Izhar Taqwa, menyampaikan bahwa aksi sosial ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap kondisi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya pada pilar kesehatan dan pendidikan.
“Kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian PT BAI terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kami percaya bahwa pertumbuhan perusahaan harus berjalan selaras dengan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Izhar Taqwa.
Izhar menambahkan, sentuhan perhatian kepada para siswa di sekolah setempat diharapkan mampu menjaga api semangat belajar anak-anak di daerah pelosok.
“Pemberian apresiasi kepada para siswa di SDN 22 Sungai Kunyit kami harapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi anak-anak untuk terus menuntut ilmu dan meraih cita-cita mereka,” lanjutnya.
Kehadiran layanan kesehatan di tengah-tengah pemukiman pedalaman ini turut didukung oleh tim medis dari Puskesmas.
Kepala UPT Puskesmas Sungai Kunyit, dr. Aulia Rizkia, mengapresiasi langkah proaktif PT BAI dalam membantu memprioritaskan kesehatan warga pedalaman.
“Layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini sangat bermanfaat untuk membantu warga mendeteksi dini kondisi kesehatan mereka dan meningkatkan kesadaran pentingnya cek kesehatan secara berkala,” tutur Aulia Rizkia.
Aulia menjelaskan bahwa kondisi masyarakat pasca-fenomena kabut asap sangat rentan terhadap gangguan saluran pernapasan, terutama lansia dan anak-anak. Menurutnya, pelayanan medis dan pembagian obat gratis secara langsung di lokasi berhasil meruntuhkan kendala geografis yang selama ini membebani warga.
“Sinergi antara sektor industri dan fasilitas kesehatan seperti ini adalah modal penting untuk mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat pasca-bencana,” tambah Aulia.
Rasa lega dan bahagia terpancar jelas dari raut wajah para warga yang memanfaatkan pelayanan ini.
Serang (53), salah seorang warga Dusun Jelandang, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya saat bisa memeriksakan diri tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“Kami sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya pengobatan gratis ini. Selama ini kami cukup kesulitan untuk berobat ke puskesmas kecamatan karena jaraknya jauh dan akses transportasi terbatas,” ungkapnya dengan penuh haru.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






