SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Uji Komitmen Sekolah Ramah Lingkungan, SDN 23 Mempawah Hilir Jalani Penilaian Adiwiyata

Uji Komitmen Sekolah Ramah Lingkungan, SDN 23 Mempawah Hilir Jalani Penilaian Adiwiyata

SD Negeri 23 Mempawah Hilir saat mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat Kabupaten Mempawah, Selasa (13/10/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Ist]

Mempawah (Suara Kalbar) – Membangun sekolah yang peduli lingkungan tidak cukup hanya dengan menghadirkan halaman hijau dan ruang kelas yang bersih.

Lebih dari itu, kepedulian harus tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter setiap peserta didik. Semangat inilah yang ditunjukkan SD Negeri 23 Mempawah Hilir saat mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat Kabupaten Mempawah, Selasa (13/10/2026).

Penilaian menjadi momentum bagi sekolah untuk memperlihatkan berbagai upaya dalam menanamkan perilaku ramah lingkungan, sekaligus mengevaluasi sejauh mana pendidikan lingkungan hidup telah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Kegiatan ini dihadiri tim penilai Kabupaten Mempawah, Plt. Camat Mempawah Hilir, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikporapar, Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Ketua Komite SD Negeri 23 Mempawah Hilir, Lurah Tengah, Ketua RT, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Mempawah Hilir, tokoh masyarakat, serta seluruh dewan guru.

Kepala SD Negeri 23 Mempawah Hilir, Siti Handarwati, menegaskan bahwa Adiwiyata bukan sekadar program untuk memenuhi indikator penilaian.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah membentuk generasi yang memiliki kepedulian, rasa tanggung jawab, dan kebiasaan menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, pendidikan lingkungan hidup perlu ditanamkan sejak usia dini melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Pembiasaan itu mencakup menjaga kebersihan kelas dan halaman, memilah serta membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, menghemat penggunaan air dan energi, hingga melibatkan peserta didik dalam kegiatan yang mendukung kelestarian lingkungan.

“Kami berharap program Adiwiyata ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi budaya yang tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah. Kami ingin anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan, baik di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat,” ujar Siti Handarwati.

Ia menyampaikan apresiasi kepada tim penilai Kabupaten Mempawah dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program Adiwiyata di sekolah yang dipimpinnya.

Siti menilai, mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, rindang, dan nyaman bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah seorang diri. Diperlukan keterlibatan seluruh warga sekolah, komite, orang tua peserta didik, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga masyarakat sekitar.

Karena itu, kehadiran berbagai unsur dalam penilaian tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sejak bangku sekolah dasar.

Melalui penilaian ini, SD Negeri 23 Mempawah Hilir juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan program, kegiatan, serta pembiasaan yang telah dikembangkan guna menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan mendukung proses pembelajaran.

Ke depan, program Adiwiyata diharapkan semakin terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar maupun kehidupan sehari-hari di sekolah. Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.

Bagi SD Negeri 23 Mempawah Hilir, tujuan akhirnya bukan semata-mata meraih predikat Adiwiyata. Lebih dari itu, sekolah ingin menumbuhkan generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berkarakter, bertanggung jawab, dan memahami pentingnya menjaga alam demi keberlanjutan masa depan.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play